- Erspo
Jersey Dirujak Suporter, Bos Erspo Belajar dari Kesalahan Kini Hasilnya Memuaskan
Jakarta, tvOnenews.com - Bos Erspo, Muhammad Sadad mengaku belajar dari kesalahan ketika menyiapkan jersey baru untuk Timnas Indonesia di tahun 2025 ini.
Erspo yang masih menjadi apparel bagi Timnas Indonesia akan segera merilis jersey untuk seri 2025.
Resmi menjadi apparel Timnas Indonesia pada Maret 2024 lalu, Erspo sempat dirujak suporter karena jersey yang dianggap tak memuaskan.
Belajar dari kesalahan, Sadad mengaku banyak mengambil pelajaran hingga akhirnya sambutan hangat pun muncul setelah foto-foto jersey pertama dan kedua dirilis beberapa waktu lalu.
"Yang tersulit, meyakini diri sendiri dan tim kalau ini yang terbaik atau bukan, karena opsi kita ada banyak sampai finalisasi," kata Sadad dari kanal YouTube Liputan 6, dikutip Jumat (7/2/2025).
Pada edisi kali ini, Erspo meminta bantuan suporter untuk memilah-milih desain terbaru bagi jersey anyar ini.
Sadad mengakui bahwa partisipasi publik saat sayembara itu meyakininya untuk percaya diri jersey ini jauh lebih baik dari edisi 2024 lalu.
"Jujur partisipasi publik pada saat sayembara itu yang meyakini kita sih," kata Sadad.
Sadad mengakui lebih dari 100 ribu akun pun memberikan masukan yang membuatnya percaya diri dengan dua jersey yang akan segera dijual ke publik tersebut.
Alih-alih merasa trauma dengan rujakan suporter pada jersey lama, Sadad mengakui kini lebih berhati-hati dalam bertindak dan mengambil keputusan.
"Bukan trauma sih lebih ke ya kita daripada daripada apa ya koar-koar lebih baik kerja dulu gitu yang benar, mungkin pembelajaran kemarin itu bukan kalah tapi memang lagi belajar, lagi ditempa," kata Sadad.
Meski secara mental siap, Sadad mengakui saat itu menjadi kondisi tersulit yang pernah dialaminya.
Apalagi saat itu, Sadad yang juga menjadi founder Erigo alih profesi dari fashion menjadi apparel olahraga.
"Tidak kebayang sih kemarin akan seperti itu, makanya sampai H-1 satu pun dengan hasil foto yang saya sudah lihat, sudah fotonya di Eropa, terus produknya sudah bagus, tapi masih tidak yakin kalau ini diterima tidak ya," kata Sadad.