- Instagram @jayidzes
Sampai Kena Jewer Tijjani Reijnders di Lapangan, Jay Idzes Akui Dapat Kepercayaan Jadi Kapten Bikin Dia Merasa…
tvOnenews.com - Momen lucu terjadi dalam laga Venezia vs AC Milan yang digelar di Stadion Pier Luigi Penzo, Minggu (27/4).
Pertandingan pekan ke-24 Liga Italia ini mempertemukan Jay Idzes, kapten Timnas Indonesia yang membela Venezia, melawan raksasa Serie A, AC Milan.
Meski Venezia harus mengakui keunggulan Milan dengan skor 0-2 berkat gol Christian Pulisic di menit kelima dan Santiago Gimenez di masa injury time (90+6’), ada kejadian menarik yang menjadi sorotan utama.
Salah satunya adalah interaksi kocak antara Jay Idzes dan gelandang Milan, Tijjani Reijnders, yang viral di media sosial.
Momen ini terjadi pada menit ke-54 saat wasit Gianluca Manganiello memberikan keputusan pelanggaran kepada Milan.
Jay Idzes tampak melayangkan protes keras kepada wasit.
Saat suasana memanas, Tijjani Reijnders yang berada di dekat situ justru menunjukkan reaksi tak terduga.
Dengan santai, Tijjani maju dan menjewer telinga kiri Jay Idzes menggunakan tangan kanannya.
Jay Idzes pun hanya bisa tersenyum lebar melihat aksi jahil dari gelandang Timnas Belanda tersebut.
Menariknya, Tijjani Reijnders adalah kakak kandung dari Eliano Reijnders, rekan Jay Idzes di Timnas Indonesia.
Hubungan kedekatan antara Jay Idzes dan keluarga Reijnders pun membuat momen tersebut semakin ramai dibicarakan.
Video kejadian unik ini dengan cepat tersebar di berbagai platform, salah satunya diunggah oleh akun resmi Vidio.com.
Netizen di media sosial X pun langsung membanjiri kolom komentar dengan berbagai reaksi lucu.
"Orang Semarang dijewer sama orang Maluku," tulis seorang netizen sambil menyisipkan emoticon tertawa.
"Mau dramatis sedikit pas nengok ternyata abang-nya teman gue," komentar lainnya.
Momen ini menunjukkan sisi lain dari dunia sepak bola, bahwa di tengah ketatnya persaingan, tetap ada ruang untuk keakraban dan humor.
Sosok Jay Idzes memang tengah jadi sorotan, baik di klubnya Venezia maupun di Timnas Indonesia.
Sebagai pemain muda berbakat, Jay dipercaya memegang ban kapten, sebuah tanggung jawab besar yang membuatnya merasa sangat terhormat, sekaligus tertantang.
Dalam wawancara dengan kanal YouTube resmi Serie A, Jay Idzes berbicara mengenai perannya sebagai kapten dan pandangan pribadinya tentang kepemimpinan di lapangan.
"Sebagai seorang pemain, menurut saya saya sangat vokal. Saya suka bermain sepak bola dan saya juga menemukan banyak kegembiraan saat mengambil bola dari pemain lain," ungkap Jay Idzes.
Bek berdarah Indonesia-Belanda ini menambahkan bahwa karakternya di lapangan terbentuk berkat keinginan kuat untuk menang dan berkembang.
"Itu sebabnya saya mungkin juga seorang bek. Saya pikir itulah poin-poin utamanya," ujar Idzes.
Tak hanya itu, Jay juga mengungkapkan apa yang menjadi kekuatan terbesarnya di dunia sepak bola.
"Kekuatan terbesarku adalah doronganku, menurutku, keinginan saya untuk menang untuk selalu berkembang. Saya pikir itu telah membantu saya dalam perjalanan saya untuk waktu yang lama sepanjang yang saya ingat," katanya penuh keyakinan.
"Aku tidak tahu, ada sesuatu yang Anda miliki di dalam diri Anda. Saya pikir itulah kekuatan terbesar saya," lanjutnya lagi.
Sebagai kapten, Jay Idzes juga mengaku terus belajar banyak tentang bagaimana memimpin dan membimbing rekan-rekannya.
"Saya pikir saya bisa berkembang dalam banyak hal juga sebagai kapten, bagaimana memimpin tim, bagaimana membimbing tim," ucapnya.
"Saya pikir saya sudah bisa melakukannya dengan cukup baik, tapi saya pikir ada banyak hal yang bisa saya tingkatkan dengan cara itu," kata Jay Idzes menegaskan.
Kepercayaan yang diberikan kepadanya, baik di Venezia maupun di Timnas Indonesia, tentu menjadi momen penting dalam perjalanan karier Jay Idzes.
Meskipun sempat ‘dijewer’ Tijjani Reijnders di tengah panasnya laga, Jay tetap menunjukkan ketenangannya sebagai seorang kapten yang layak jadi panutan. (adk)