- instagram Maartenpaes
Tak Banyak yang Tahu, Sebelum Jadi Kiper Andalan Timnas Indonesia, Maarten Paes Punya Awal Karier Tak Terduga, Ternyata Pernah...
tvOnenews.com - Tak banyak yang tahu, sebelum menjadi penjaga gawang andalan Timnas Indonesia dan klubnya, FC Dallas, Maarten Paes ternyata memulai karier sepak bolanya sebagai striker.
Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi bintang tamu di podcast The Haye Way belum lama ini.
Dalam kesempatan tersebut, Maarten Paes banyak menceritakan soal pengalaman debutnya di Timnas Indonesia serta perjalanannya sebelum mantap berkarier sebagai penjaga gawang.
- tvOnenews.com - Taufik Hidayat
“Banyak orang tahu bahwa Anda baru memulainya ketika Anda berusia 16 tahun, bukan?” tanya Neal Petersen selaku host di podcast The Haye Way.
Paes pun tak ragu mengakui fakta itu. Ia mengungkapkan bahwa hingga usia 15 tahun, dirinya bukanlah seorang kiper, melainkan striker.
“Ya. Sampai usia 15 tahun, saya adalah seorang striker,” jawab Maarten Paes.
Tak hanya itu, Neal turut menggali seperti apa karakter Maarten Paes saat masih berposisi sebagai seorang striker.
- YouTube The Haye Way
“Striker macam apa Anda?” lanjut Neal penuh nada penasaran.
“Striker yang sangat malas. Menunggu bola, sampai pukul 13.00 ketika tidak ada offside, terjadilah serangan yang luar biasa,” ujar Paes blak-blakan.
Namun di balik sikap malasnya itu, Paes menyadari sesuatu: ia tidak memiliki gairah untuk menjadi penyerang.
“Tapi sekarang saya pikir itu hanya saya tidak memiliki gairah yang saya miliki untuk menjaga gawang. Mungkin jika saya punya semangat, saat itu saya belum memiliki passion untuk menjadi seorang striker. Itu bukan tujuan saya,” katanya lagi.
Perubahan besar terjadi ketika ia mencoba posisi baru sebagai penjaga gawang di lapangan futsal.
- Facebook - FC Dallas
Paes bahkan mulai berlatih dengan sangat intens, hingga empat sampai lima kali sehari, menunjukkan komitmen luar biasa setelah menemukan posisi yang benar-benar ia cintai.
“Tapi kemudian ketika saya beralih ke penjaga gawang, saya adalah penjaga gawang futsal selama beberapa tahun dan kemudian saya beralih ke penjaga gawang outfield saya kemudian menemukan passion saya dan saya berlatih empat atau lima kali sehari,” ungkap kiper berusia 26 tahun itu.