news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Jay Idzes.
Sumber :
  • Instagram

Tak Banyak yang Tahu, Begini Reaksi Keluarga Saat Jay Idzes Pilih Bela Timnas Indonesia: Betapa Sulitnya…

Jay Idzes ungkap kisah haru sang kakek asal Indonesia dan reaksi keluarganya saat ia dipanggil bela Timnas. Ternyata ada perjuangan panjang di baliknya…
Senin, 19 Mei 2025 - 19:20 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Nama Jay Idzes kini makin diperhitungkan sebagai pilar penting dalam skuad Timnas Indonesia.

Terutama menjelang laga krusial melawan China dan Jepang di bulan Juni mendatang.

Sosok pemain bertahan yang kini dipercaya mengenakan ban kapten Garuda itu tak hanya dikenal karena kemampuannya menjaga lini belakang.

Namun juga karena kisah emosional di balik keputusannya membela Merah Putih.

Dalam wawancaranya di kanal YouTube The Haye Way, Jay Idzes dengan penuh rasa bangga membagikan kisah keluarga yang menjadi alasan kuat mengapa ia memilih Timnas Indonesia ketimbang negara kelahirannya, Belanda.

Ia memulai ceritanya dari sosok sang kakek, yang lahir di Indonesia pada tahun 1939, di tengah situasi pelik akibat penjajahan Jepang dan Belanda.

Jay Idzes mengungkap bahwa sang kakek menjalani masa kecil yang sangat berat.

Sebagian besar masa kecilnya dihabiskan di panti asuhan karena kondisi sosial dan ekonomi yang sangat memprihatinkan pada masa itu.

Sekitar 10 tahun hidup tanpa orang tua kandung dan harus bertahan di tengah keterbatasan, sang kakek menjadi contoh nyata kegigihan dan perjuangan hidup yang tak ternilai.

“Kakek saya lahir pada tahun 1939, saat Indonesia diduduki Jepang. Dia dibesarkan di panti asuhan dan tinggal di sana selama 10 tahun. Dia sering bercerita kepada saya tentang betapa sulitnya menciptakan sesuatu untuk dirinya sendiri di masa itu,” tutur Idzes dengan nada haru.

Meski berasal dari latar belakang yang jauh dari kata berkecukupan, sang kakek akhirnya berhasil membangun kehidupan yang lebih baik bersama nenek Jay di Indonesia.

Salah satu tante Jay bahkan lahir di Indonesia, sebelum keluarga tersebut akhirnya memutuskan untuk pindah ke Belanda demi mencari kehidupan yang lebih stabil.

Cerita itu rupanya terus melekat di benak Jay Idzes, dan menjadi sumber inspirasi yang kuat dalam setiap langkah kariernya.

Ia menyebut sang kakek sebagai sosok yang luar biasa karena mampu menciptakan kehidupan baru dari titik nol.

Sosok itulah yang membentuk mentalitas Jay sebagai seorang pemain profesional dan pribadi yang menghargai akar keluarganya.

Ketika Jay Idzes resmi dipanggil untuk membela Timnas Indonesia, reaksi sang kakek menjadi momen yang tak akan pernah dilupakan sepanjang hidupnya.

“Ya, dia sangat bangga, tentu saja. Dia bahkan bercerita kepada saya bahwa ketika masih muda, dia suka menonton pertandingan sepak bola di Indonesia. Tapi karena tidak punya uang, dia harus memanjat tembok stadion untuk bisa melihat pertandingan,” ucap Jay sambil tersenyum mengenang.

Menurut Jay, sang kakek berasal dari Semarang, sementara neneknya berasal dari Jakarta.

Kenangan masa lalu yang sering mereka ceritakan sejak Jay masih kecil, menjadi pengikat emosional yang tak tergantikan antara dirinya dan Indonesia.

Itulah yang membuat panggilan Timnas Indonesia terasa begitu spesial dan bermakna.

Sebagai cucu, Jay merasa memiliki tanggung jawab untuk membahagiakan orang-orang yang telah lebih dulu berjuang demi masa depan keluarganya.

Kini, dengan pendapatan yang stabil sebagai pemain profesional di Eropa, ia berusaha memberikan kehidupan yang nyaman untuk kakek dan neneknya.

“Sekarang, dengan penghasilan saya yang lebih baik dibandingkan sebelumnya, saya ingin membahagiakan mereka. Saya sering berkata kepada mereka, ‘Kalau ingin pergi ke suatu tempat atau melakukan sesuatu, beri tahu saya’,” kata Idzes.

Namun jawaban dari sang kakek dan nenek justru membuat hati Jay semakin terharu.

“Tapi mereka selalu bilang, ‘Kami tidak butuh apa-apa lagi.’ Bagi mereka, melihat anak cucu hidup berkecukupan saja sudah cukup,” tambah Jay.

Bagi Jay Idzes, mengenakan seragam Timnas Indonesia bukan semata-mata keputusan strategis atau karier.

Lebih dari itu, ini adalah bentuk penghormatan dan cinta kepada darah keturunan yang mengalir dalam dirinya, darah Indonesia. (adk)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:41
01:15
01:16
01:29
10:52
04:13

Viral