- Instagram @rizkyridhoramadhani
Jujur, Media China Sebut Timnas Indonesia Tak Pantas Disebut Tim 'Asia Tenggara', Tapi Lebih Cocok Dianggap Sebagai....
tvOnenews.com - Menjelang duel hidup-mati antara Timnas Indonesia melawan China dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, media Negeri Tirai Bambu memberikan sorotan tajam terhadap kekuatan Garuda.
Pertandingan yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis malam 5 Juni 2025, akan menjadi momen penting dalam menentukan nasib kedua tim di Grup C.
China yang kini berada di dasar klasemen sementara dengan hanya enam poin dari delapan laga, nyaris kehilangan harapan untuk finis di dua besar yang menjadi tiket langsung ke Piala Dunia.
Kini, satu-satunya skenario realistis adalah mengakhiri fase grup di posisi tiga atau empat agar bisa melaju ke ronde keempat.
Itu artinya, kemenangan atas Indonesia dan Bahrain jadi harga mati bagi anak asuh Branko Ivankovic.
Namun, media China justru mengakui tantangan besar yang akan mereka hadapi di Jakarta. Dalam laporan yang dirilis oleh portal 163.com, skuad Garuda dinilai bukan lagi tim dengan level Asia Tenggara.
Kekuatan Indonesia dianggap sudah berevolusi menjadi kekuatan Eropa karena skema naturalisasi yang masif.
“Timnas Indonesia memanggil 19 pemain naturalisasi asal Belanda. Bagi tim Ivankovic, akan sangat sulit mendapatkan poin di kandang Indonesia,” tulis 163.com.
Lebih lanjut, media tersebut bahkan menyatakan bahwa Timnas Indonesia tidak pantas lagi disebut sebagai tim Asia Tenggara.
“Jika melihat susunan pemain Timnas Indonesia, maka mereka tak lagi bisa dianggap sebagai tim Asia Tenggara. Mereka lebih cocok disebut sebagai tim Belanda karena skala naturalisasi yang besar. Target objektif mereka sangat jelas: lolos ke Piala Dunia,” imbuhnya.
Kritik ini memang tak lepas dari strategi pelatih Patrick Kluivert yang sejak awal ditunjuk PSSI, mengusung pendekatan Eropa.
Dalam pemusatan latihan jelang laga kontra China dan Jepang, Kluivert memanggil total 32 pemain, dengan 19 di antaranya merupakan pemain naturalisasi yang mayoritas berasal dari Belanda.
Nama-nama seperti Calvin Verdonk, Thom Haye, Ivar Jenner, hingga Maarten Paes menjadi tulang punggung Garuda dalam beberapa pertandingan terakhir.
Filosofi permainan cepat dengan ball possession kuat dan pressing tinggi menjadi ciri khas permainan Indonesia era Kluivert.