- Kolase tvOnenews.com/REUTERS/PSSI
Hati-hati Patrick Kluivert, Timnas Indonesia Bisa Gagal ke Piala Dunia Gara-gara Ada Pemain yang...
tvOnenws.com - Nasib kurang bersahabat tengah menaungi Timnas Indonesia menjelang babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Harapan besar yang sempat membuncah bisa saja hancur berkeping-keping jika masalah serius ini tak segera diatasi.
Salah satu media olahraga ternama Vietnam, Soha, menyoroti kondisi pelik yang kini menyelimuti skuad Garuda, enam pemain inti timnas saat ini berstatus tanpa klub!
- Julio Trisaputra/tvOnennews.com
Situasi yang dianggap bisa menjadi batu sandungan terbesar dalam perjalanan menuju putaran final Piala Dunia.
Enam pemain yang kini “nganggur” antara lain Shayne Pattynama, Nathan Tjoe-A-On, Rafael Struick, Jordi Amat, Justin Hubner, dan Thom Haye.
Mereka semua adalah nama-nama yang selama ini menjadi andalan di era Shin Tae-yong dan diharapkan tetap berperan besar di bawah nahkoda anyar, Patrick Kluivert.
Kondisi ini tak pelak memicu kekhawatiran banyak pihak, termasuk media luar negeri.
Soha bahkan menyebut ini sebagai “potensi masalah serius” yang bisa merusak fondasi kekuatan Timnas Indonesia.
“Situasi ini menimbulkan banyak kendala dalam proses persiapan tim,” tulis Soha dalam laporannya.
- Kolase
“Kurangnya lingkungan bermain yang stabil dapat memengaruhi performa, kebugaran, dan perasaan terhadap bola.”
Meski begitu, angin segar mulai datang dari beberapa pemain tersebut.
Baru-baru ini, Shayne Pattynama baru saja resmi bergabung dengan klub Thailand, Buriram United.
Sementara untuk Rafael Struick, ia telah melabuhkan pilihannya pada klub lokal Dewa United.
Namun, situasi justru lebih mengkhawatirkan bagi Justin Hubner dan Nathan Tjoe-A-On, yang hingga saat ini belum menunjukkan sinyal akan bergabung dengan klub manapun.
Padahal, jadwal laga-laga berat melawan raksasa Asia seperti Arab Saudi dan Qatar sudah menanti pada bulan Oktober mendatang.
“Dalam konteks ini, belum adanya destinasi baru bagi enam pemain kunci tersebut bukan semata-mata persoalan pribadi,” tulis Soha.
“Tetapi menjadi persoalan pelik bagi PSSI dan jajaran pelatih jika mewujudkan impian Piala Dunia.”
- X @timnasindonesia
Bermain di Timur Tengah bukan perkara mudah. Cuaca ekstrem, tekanan publik tuan rumah, dan atmosfer laga yang intens menuntut kondisi fisik prima dan ritme bermain kompetitif dari setiap pemain.
Tanpa klub, para pemain kesulitan menjaga level permainan mereka, apalagi menjaga sentuhan dan intuisi di atas lapangan.
“Kebugaran dan intensitas bermain sangat penting bagi pemain yang akan menghadapi laga-laga panas di kawasan Timur Tengah seperti Qatar dan Arab Saudi,” tulis Soha lagi.
Lebih lanjut, Soha menyoroti keputusan AFC yang kini memperbolehkan tuan rumah seperti Qatar dan Arab Saudi menjadi penyelenggara pertandingan, alih-alih tempat netral seperti sebelumnya.
Artinya, Timnas Indonesia harus siap bertarung dalam situasi yang makin berat secara geografis, atmosfer, dan mental.
“Tekanan semakin meningkat ketika AFC mengubah keputusannya dari menggelar putaran keempat di tempat netral menjadi menyerahkan penyelenggaraan kepada Qatar dan Arab Saudi, calon rival Indonesia.”
Melihat waktu yang kian mepet, PSSI dan pelatih Patrick Kluivert tak bisa tinggal diam.
Jika enam pemain kunci ini tak segera menemukan klub dan kembali ke kondisi top performance, mimpi besar lolos ke Piala Dunia bisa berubah jadi ilusi semata.
Solusi harus dicari—baik lewat pemusatan latihan intensif, laga uji coba berkelas, hingga intervensi langsung dalam membantu pemain menemukan klub baru.
Sebab, saat ini Timnas Indonesia memang sedang berada di jalur yang menjanjikan.
Tapi semua itu tak akan berarti jika fondasinya goyah karena para pilar utama tak berada dalam kondisi siap tempur.
Kini, semua mata tertuju pada bagaimana Kluivert dan PSSI menakhodai situasi kritis ini. (tsy)