- PSSI
Tak Mau Pendam Lagi, Rivaldo Pakpahan Jujur Pernah Debut Mengerikan di Era Shin Tae-yong: Saat itu Sepertinya Mimpi Buruk untuk Semua Pemain....
tvOnenews.com - Rivaldo Pakpahan akhirnya mencicipi atmosfer pertandingan resmi bersama Timnas Indonesia senior di bawah arahan Shin Tae-yong dalam ajang ASEAN Cup 2024.
Namun, debut yang seharusnya menjadi momen membanggakan justru berubah menjadi kenangan pahit.
Pemain Borneo FC itu tampil saat Indonesia melawan Vietnam pada laga ketiga fase grup di Stadion Viet Tri.
Sayangnya, ia hanya bermain selama 40 menit sebelum ditarik keluar akibat cedera engkel yang cukup serius.
Dalam kanal YouTube Timnas Indonesia, Rivaldo mengungkapkan perasaannya tentang laga debut yang tak sesuai harapan itu.
Debut Mengerikan di Timnas Indonesia
“Pertandingan ketiga lawan Vietnam mungkin rata-rata pemain bola tidak ingin merasakan apa yang saya alami,” ungkapnya.
“Saat itu sepertinya mimpi buruk untuk semua pemain debutan. Membela negara, rasa bangga ada. Semangat ada, tetapi situasi tidak bisa dilewatkan.”
Ia juga menambahkan bahwa dirinya sempat ingin memaksakan bermain, tetapi tim medis bersama pelatih memutuskan untuk mengganti dirinya demi menghindari cedera yang lebih parah.
“Saya mau paksa pertandingan tetap berjalan, tapi pelatih sudah lihat saya mulai pincang. Keputusan untuk ditarik itu jujur mengecewakan, tapi jadi pelajaran besar,” tambahnya.
Sejak awal pemusatan latihan, Rivaldo harus berjuang keras untuk bisa menembus skuad utama STY yang dikenal sangat disiplin dan menuntut fisik serta taktik tinggi.
Dalam dua laga awal di turnamen, ia bahkan tak diturunkan. “Untuk adaptasi ke permainan Coach Shin mungkin jauh berbeda dari tim saya,” ujar Rivaldo.
“Saya belum bisa beradaptasi, dan harus terima tidak bermain di dua laga awal. Tapi saya respect dengan keputusan pelatih. Pertandingan pertama saya masuk daftar susunan pemain (DSP) saat lawan Myanmar saja saya sudah senang.”
Shin Tae-yong memang dikenal sebagai pelatih yang sangat ketat soal kedisiplinan dan fisik. Pemain yang tidak bisa memenuhi standar kebugaran tinggi akan sulit mendapatkan menit bermain.
Hal ini diakui beberapa pemain lain selama masa kepemimpinannya. Rivaldo juga menyinggung bahwa persaingan di dalam skuad sangat ketat, dan tidak cukup hanya mengandalkan talenta teknis.
“Kita harus terus memperbaiki diri. Di tim ini bukan soal siapa yang terkenal, tapi siapa yang paling siap,” katanya.
Lebih lanjut, kabar terbaru datang dari kubu Timnas Indonesia U-23. Rivaldo kembali harus absen membela Garuda Muda akibat cedera yang belum pulih sepenuhnya.
Sebelumnya, ia masuk dalam proyeksi pemain untuk agenda penting U-23, namun dipastikan batal tampil.
Ini tentu jadi pukulan berat bagi pemain berusia 23 tahun tersebut, yang seharusnya bisa memperkuat lini pertahanan Timnas U-23 dan membuktikan kapasitasnya di level internasional.
Sebagai tambahan, debut Rivaldo ini menandai satu dari sekian contoh betapa kerasnya persaingan di era Shin Tae-yong.
Pelatih asal Korea Selatan tersebut secara konsisten menyaring pemain-pemain terbaik bukan hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari segi profesionalisme dan kedisiplinan.
Rivaldo yang sempat mengalami masa adaptasi sulit mengaku bahwa dirinya masih harus banyak belajar agar mampu menjawab tantangan taktik STY yang kompleks.
Meski hanya berlangsung singkat, debut ini menjadi pembelajaran besar bagi Rivaldo.
Ia kini menyadari bahwa membela tim nasional bukan sekadar mengenakan seragam merah-putih, melainkan juga kesiapan fisik, mental, dan kemampuan taktis tinggi.
Ke depan, pemain bertinggi 179 cm ini berharap bisa bangkit dari cedera dan kembali bersaing di level tertinggi.
Dengan usianya yang masih muda, Rivaldo masih memiliki peluang untuk memperbaiki kariernya di Timnas Indonesia.
Apalagi jika mampu menjaga performa bersama Borneo FC di Liga 1 dan membuktikan komitmennya terhadap standar tinggi ala STY. Kita tunggu kiprah berikutnya, semoga bukan lagi mimpi buruk. (udn)