- Instagram @shintaeyong7777
Di Balik Kekalahan Timnas U-23, Terkuak Alasan Shin Tae-yong Lebih Pilih Indonesia Ketimbang China
tvOnenews.com, Jakarta – Kekalahan Timnas Indonesia U-23 dari Vietnam dengan skor 0-1 di partai final Piala AFF U-23 2025, Selasa malam (29/7/2025), menyisakan luka yang kembali menggores ingatan publik sepak bola nasional pada mantan pelatih Shin Tae-yong.
Satu-satunya gol yang tercipta dalam laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno itu dicetak gelandang Vietnam Nguyễn Công Phương pada menit ke-37, memupus harapan skuad Garuda Muda untuk kembali mengangkat trofi juara.
Alih-alih mengangkat piala, kekalahan ini justru memantik kembali kerinduan netizen terhadap sosok pelatih Shin Tae-yong (STY).
- tvonenews.com - Taufik Hidayat
Di berbagai kolom komentar termasuk di unggahan terbaru Ketua Umum PSSI Erick Thohir, banyak warganet meminta agar Shin kembali melatih Timnas Indonesia.
Shin Tae-yong memang bukan sosok biasa dalam sejarah sepak bola modern Indonesia. Di tengah pandemi COVID-19 ia hadir dengan membawa visi besar sejak direkrut oleh Ketua Umum PSSI kala itu, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule.
Perlahan tapi pasti, ia menorehkan tinta emas. Catatan prestasi STY cukup mengesankan, sebagai berikut:
- Runner-up Piala AFF 2020
- Medali perunggu SEA Games 2021
- Runner-up Piala AFF U-23 2023
- 16 besar Piala Asia 2023
- Semifinalis Piala Asia U-23 2024
- Lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026
- Lolos ke Piala Asia 2027
- Mengangkat Indonesia ke peringkat 127 FIFA
Alasan Shin Tae-yong lebih pilih Indonesia ketimbang China, padahal gajinya 3x lebih kecil
Rentetan pencapaian itu membawa Indonesia ke era baru. Tak heran, publik bereaksi keras saat Shin tiba-tiba digantikan di awal 2025.
Di tengah sorotan tersebut, muncul kembali cerita lama soal mengapa Shin Tae-yong lebih memilih Indonesia ketimbang China, meski negara Tirai Bambu itu menawarkannya gaji empat kali lipat lebih tinggi.
- Istimewa
Cerita itu diungkapkan oleh mantan penerjemah pribadi Shin, Jeong Seok-seo alias Jeje, dalam kanal YouTube T10 TV yang dikutip Rabu (30/7/2025).
Jeje menceritakan awal mula dirinya menjadi penerjemah STY hingga mengungkap alasan mengejutkan di balik keputusan besar sang pelatih.
"Kalau saya dengar dari coach langsung waktu itu memang penawaran dari China jauh lebih besar. Satu tahun di sana bisa dapat empat tahun punya di sini," ujar Jeje.
Menurut Jeje, Shin akhirnya menerima tawaran dari Indonesia setelah bertemu dengan perwakilan PSSI di Malaysia. Bukan karena uang, tetapi karena potensi pemain muda Indonesia dan kesempatan untuk membangun tim dari bawah.
"Mulai dari kiper, striker, dan lini bertahannya seperti apa. Itu terlihat sepertinya masih bisa diubah. Apalagi coach Shin kan dikasih tiga tim," kata Jeje, merujuk pada mandat STY untuk menangani Timnas Senior, U-23, dan U-19 sekaligus.
Dengan ruang gerak sebesar itu, Shin merasa bisa melakukan reformasi total. Termasuk melakukan potong generasi dan memberikan kesempatan reguler kepada pemain muda seperti Rizky Ridho dan Marselino Ferdinan untuk tampil di level senior.
Lebih jauh, Jeje menegaskan bahwa Shin adalah sosok yang menyukai tantangan.
"Apalagi menurutnya Indonesia memang sudah tidak ada tangga untuk ke bawah. Pilihannya hanya tinggal naik saja. Begitu," ungkapnya.
Kini di tengah euforia turnamen yang berubah menjadi kekecewaan, publik tampaknya belum bisa melupakan tangan dingin STY yang sempat membawa Indonesia mengukir banyak pencapaian bersejarah.