- AFC
FIFA dan AFC akan Jatuhkan Sanksi Berat Buat Kuwait usai Tiba-tiba Batalkan Laga Uji Coba Hadapi Timnas Indonesia? Simak Jawabannya!
Saat ini, pihaknya tengah berupaya untuk mencari jalan keluar karena waktu pertandingan semakin dekat.
FIFA dan AFC Jatuhkan Sanksi Buat Kuwait?
- FIFA.com
Berdasarkan penelusuran, berbeda dengan turnamen resmi seperti Piala Asia AFC atau Kualifikasi Piala Dunia, laga FIFA Matchday hanya berbentuk pertandingan persahabatan yang disepakati dua federasi.
Itu artinya, FIFA maupun AFC tidak menjatuhkan sanksi kompetisi secara langsung jika terjadi pembatalan sepihak.
Meski begitu, risiko yang ditanggung federasi sangat besar. Yang pertama adalah konsekuensi kontraktual.
Sebelum laga digelar, kedua belah pihak biasanya menandatangani match agreement berisi kesepakatan jadwal, venue, biaya, dan klausul pembatalan.
Jika salah satu negara membatalkan tanpa alasan sah (force majeure seperti bencana alam atau konflik politik), maka federasi lawan bisa menuntut ganti rugi finansial, mulai dari biaya stadion, promosi, tiket, hingga hak siar.
Kedua, ada kerugian reputasi. Negara yang membatalkan sepihak bisa dicap tidak profesional, sehingga lawan enggan menjalin kerja sama di masa depan.
Bahkan, agen promotor pertandingan internasional bisa memasukkan federasi tersebut dalam “daftar hitam” tidak resmi.
Ketiga, ada kerugian peringkat FIFA. Federasi yang gagal bertanding otomatis kehilangan kesempatan menambah poin ranking, sedangkan lawan yang sudah menyiapkan tim juga ikut dirugikan.
Hal ini bisa berdampak jangka panjang bagi peluang di kompetisi resmi.
Sejumlah kasus pernah terjadi di Asia maupun Eropa. Biasanya, masalah berakhir dengan kompensasi finansial, tetapi efek reputasi sulit dihapus.
Dengan kata lain, meski tidak ada sanksi resmi dari FIFA maupun AFC untuk laga FIFA Matchday, risiko kehilangan kepercayaan dan potensi kerugian ekonomi sangat besar.
Itulah mengapa federasi sepak bola di seluruh dunia berhati-hati sebelum memutuskan membatalkan uji coba internasional. (fan)