- tvOnenews.com - Taufik Hidayat
Timnas Indonesia Gagal Menang, Thom Haye Ngamuk hingga Acuhkan Pemain Lebanon Usai Laga
Jakarta, tvOnenews.com – Pemain Timnas Indonesia, Thom Haye, terpantau sempat menolak sejumlah ajakan berjabat tangan dari para pemain Lebanon usai pertandingan.
Timnas Indonesia hanya mampu meraih hasil imbang tanpa gol saat menghadapi Lebanon dalam laga FIFA Matchday.
Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Senin (8/9/2025) malam WIB.
- tvOnenews.com - Taufik Hidayat
Berbagai drama mewarnai duel panas antara Timnas Indonesia melawan Lebanon.
Tim tamu yang dikenal dengan gaya khas Timur Tengah itu kerap bermain licik dengan mengulur waktu sejak menit-menit awal pertandingan.
Puncak ketegangan terjadi ketika Marselino Ferdinan berniat memberikan bola kepada pemain Lebanon agar segera melakukan lemparan ke dalam, namun justru ditolak.
Alih-alih menerima bola, pemain Lebanon tersebut membiarkannya bergulir di depan kaki sehingga memicu kericuhan di lapangan.
Dalam momen itu, Marselino justru dimarahi oleh pemain lawan, hingga membuat Thom Haye naik pitam.
Melihat rekannya ditekan, Thom Haye pun tidak tinggal diam dan langsung berusaha melindungi Marselino.
Gelandang berusia 29 tahun itu bahkan terlihat mendorong pemain Lebanon yang memarahi Marselino.
- tvOnenews.com - Taufik Hidayat
Meski ketegangan akhirnya mereda, emosi Thom Haye rupanya belum benar-benar padam.
Hal itu terlihat ketika ia menolak berjabat tangan dengan sejumlah pemain Lebanon yang menghampirinya setelah peluit panjang berbunyi.
Pemain yang dijuluki "The Profesor" itu secara tegas menolak, bahkan menunjukkan gestur ketidaksetujuan terhadap ajakan salaman dari lawan.
Insiden tersebut seakan menjadi pengingat bagi Timnas Indonesia untuk tetap waspada saat menghadapi tim-tim asal Timur Tengah.
Apalagi, pasukan Patrick Kluivert akan bersua dengan beberapa tim kuat dari kawasan itu pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Thom Haye cs nantinya akan berada satu grup dengan tuan rumah Arab Saudi dan Irak.
(igp/sub)