- Instagram/@maurozijlstra / tvOnenews - Taufik Hidayat
Mauro Zijlstra Belum Layak Jadi Striker Timnas Indonesia Dibanding Ole Romeny? Bung Ropan: Lini Depan Terasa Mandul
tvOnenews.com - Mauro Zijlstra dianggap belum layak jadi striker Timnas Indonesia dibanding Ole Romeny? Harapan publik sepak bola Tanah Air kembali membuncah setelah Ole Romeny memberikan sinyal positif terkait peluangnya tampil bersama Timnas Indonesia.
Striker Oxford United itu terlihat sudah mulai berlatih di Amsterdam pasca cedera panjang yang membuatnya absen sejak pramusim.
Di tengah sorotan publik terhadap Mauro Zijlstra yang baru saja menjalani debut, banyak pengamat menilai Ole masih lebih pantas menjadi ujung tombak utama Skuad Garuda.
Meski PSSI sudah menambah opsi di lini depan dengan naturalisasi Mauro Zijlstra, penilaian berbeda datang dari pengamat sepak bola nasional Ronny Pangemanan. Menurutnya, Romeny masih berada satu level di atas Mauro.
"Kalau membandingkan antara Mauro dan Ole memang masih di atas. Ole juga sudah membuktikan dalam empat penampilan dia mencetak tiga gol," ujar Ronny melalui kanal YouTube Bung Ropan.
Pandangan ini menegaskan bahwa kehadiran Ole masih sangat krusial bagi perjalanan Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Timnas Indonesia akan menghadapi laga hidup mati di Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Pada 8 dan 11 Oktober mendatang, Jay Idzes dan kawan-kawan dijadwalkan menantang Arab Saudi dan Irak.
Kemenangan menjadi harga mati bila ingin menjaga peluang tampil di pentas akbar empat tahunan yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Sinyal kebugaran Romeny menjadi kabar menggembirakan bagi pelatih Patrick Kluivert. Setelah absen cukup lama akibat cedera yang dialami dalam laga Oxford United kontra Arema FC di Piala Presiden 2025, penyerang kelahiran Nijmegen itu akhirnya bisa kembali ke lapangan latihan.
Bahkan, Romeny membagikan momen dirinya berlatih bersama pelatih fisik Timnas Indonesia, Quentin Jacoba, di Amsterdam.
Mauro Zijlstra dan Persaingan di Depan
Sementara itu, Mauro Zijlstra sudah sempat menjalani debut kala Timnas Indonesia melawan Chinese Taipei pada FIFA Matchday September lalu. Sayangnya, performa penyerang 20 tahun itu dinilai belum maksimal.
"Lini depan kita terasa mandul sejauh ini. Walaupun kita sudah mendapatkan Mauro, kemarin dalam FIFA matchday melawan Taiwan dan Lebanon belum begitu greget," tambah Ronny.
PSSI dan Kluivert juga sempat memberi kesempatan bagi pemain muda lain seperti Miliano Jonathans (FC Utrecht) dan Adrian Wibowo (Los Angeles FC).
Namun, tetap saja publik menaruh harapan besar pada sosok Ole Romeny. Dengan kualitas dan pengalaman yang sudah terbukti, ia dianggap mampu menjadi “nomor 9” yang selama ini dicari Timnas.
Cederanya Romeny sempat membuat fans khawatir, terlebih setelah ia harus naik ke meja operasi. Namun kini, kabar terbaru membuat optimisme kembali tumbuh.
"Tentunya banyak yang mendoakan dari awal ketika Ole cedera sampai naik ke meja operasi semoga Ole cepat pulih, cepat sembuh, karena masyarakat Indonesia menginginkan Ole bisa di lini serang timnas kita," jelas Ronny Pangemanan.
Meskipun secara posisi natural lebih cocok sebagai gelandang serang atau “nomor 10”, di bawah arahan Patrick Kluivert, Romeny mampu beradaptasi dengan baik sebagai penyerang utama. Bukti nyata terlihat dari performanya sebelum cedera, di mana ia tampil tajam dan konsisten.
Kini, Ole Romeny tengah mempersiapkan diri menghadapi dua laga penting bersama Oxford United sebelum kembali ke pangkuan Timnas Indonesia. Jika mampu tampil gemilang di level klub, peluangnya memperkuat Garuda di dua partai penentuan kontra Irak dan Arab Saudi semakin terbuka lebar.
Sinyal kebugaran Ole jelas menjadi modal penting bagi Timnas Indonesia. Publik berharap striker berdarah Medan itu benar-benar pulih tepat waktu agar bisa kembali mengisi lini depan Garuda.
Tanpa dirinya, Kluivert memang masih punya opsi lain seperti Mauro Zijlstra, Ramadhan Sananta, hingga kemungkinan Rafael Struick.
Namun, kualitas Romeny yang sudah teruji membuat banyak pihak sepakat: ia masih menjadi harapan utama lini serang Indonesia. (udn)