- tvOnenews.com - Taufik Hidayat
Patrick Kluivert Hanya Panggil 1 Striker Murni ke Timnas Indonesia, Jadi Tanda Andalkan Serangan dari Sektor Sayap?
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, hanya memanggil satu pemain berposisi sebagai striker murni untuk menghadapi Arab Saudi dan Irak. Hal ini menjadi isyarat skuad Garuda akan mengandalkan sektor sayap.
Timnas Indonesia dijadwalkan akan tampil dalam putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Tergabung di grup B, skuad Garuda bakal menghadapi Arab Saudi dan Irak.
Pertandingan menghadapi Arab Saudi dijadwalkan akan bergulir pada 8 Oktober 2025. Sedangkan duel kontra Irak bakal berlangsung empat hari kemudian.
Sebanyak 28 pemain pun dipilih Patrick Kluivert untuk tampil bersama skuad Garuda. Tercatat ada 16 nama yang abroad, khususnya di Eropa.
- tvOnenews.com/Taufik Hidayat
Menariknya, dari nama-nama yang dipanggil Patrick Kluivert, hanya ada satu pemain berposisi sebagai striker murni. Sedangkan sisanya berstatus penyerang sayap.
Nama-nama seperti Miliano Jonathans, Mauro Zijlstra, dan Ragnar Oratmangoen. Kemudian ada juga Egy Maulana Vikri, Yakob Sayuri, hingga Ole Romeny adalah pemain yang berposisi sebagai penyerang sayap.
Bahkan, masih ada sejumlah nama lainnya, termasuk yang berposisi sebagai fullback hingga winger. Para pemain itu seperti Calvin Verdonk, Dane James, Shayne Pattynama, Sandy Walsh, Yance Sayuri, Eliano Reijnders, dan Stefano Lilipaly.
Hanya Ramadhan Sananta satu-satunya pemain berposisi striker. Namun, pemain DPMM FC itu sejatinya bukan pilihan utama dan lebih banyak bermain dari bangku cadangan di Timnas Indonesia.
- tvOnenews.com - Taufik Hidayat
Ini bisa jadi pertanda bahwa Patrick Kluivert akan menggunakan skema serangan melalui sektor sayap sebagai senjata andalan. Perihal ini, pelatih asal Belanda ini sebenarnya sudah mencoba taktik tersebut Kluivert saat FIFA Matchday.
Terlihat jika skema serangan melalui sektor sayap sudah diterapkan saat menghadapi Taiwan dan Lebanon. Melihat dari hasil dan statistik, bisa dikatakan taktik itu cukup efektif.
Menggunakan skema tersebut, Timnas Indonesia menang telak atas Taiwan dan imbang dengan Lebanon. Namun, hasil kemenangan besar atas tim Asia Timur itu tak dapat dijadikan acuan mengingat perbedaan level dengan skuad Garuda.