- Kolase tvOnenews/Malaysia NT/AFC
Timnas Indonesia, Disayang FIFA Dianaktirikan AFC: Pilih Langsung Klarifikasi Hukuman Malaysia Daripada Respons Surat Protes Wasit Kualifikasi Piala Dunia
Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Indonesia tak hanya menjadi kambing hitam Malaysia yang disanksi FIFA atas pemain naturalisasi ilegal. Timnas Indonesia bahkan dianaktirikan oleh AFC.
Pertemuan perwakilan Indonesia bersama Presiden FIFA Gianni Infantino di New York beberapa tahun lalu dituding menjadi sumber sanksi FIFA pada Malaysia.
Walau tak menuduh dengan eksplisit maupun menyebut nama, namun Malaysia tak bisa menahan amarah setelah FIFA memberikan sanksi denda dengan Rp73,1 miliar bagi FAM dan Rp41,7 bagi tujuh pemain Malaysia serta larangan aktivitas sepak bola selama 12 bulan.
Padahal, pertemuan perwakilan Indonesia dengan FIFA fokus pada pengembangan sepak bola Tanah Air. Apalagi, pertemuan dilakukan di New York, Amerika Serikat, yang mana menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026.
Ketika Timnas Indonesia dimanjakan oleh FIFA, AFC justru memilih untuk langsung mengklarifikasi sanksi yang diberikan pada Malaysia.
Seperti diketahui, House of AFC, kantor pusat AFC berada di Kuala Lumpur, Malaysia. AFC pun bergerak cepat dengan merespons hukuman sanksi tersebut.
"AFC telah mengambil catatan atas keputusan Komite Disiplin FIFA pada 26 September 2025 lalu yang dokus pada FAM dan beberapa pemain yang dibahas dalam Regulasi Disiplin FIFA," tulis AFC.
Dalam pernyataannya, AFC memilih untuk berhati-hati dalam melihat situasi ini. Sembari menunggu keputusan FIFA sudah sepenuhnya diambil mengingat Malaysia mengambil banding.
"AFC tidak akan mengomentari selama investigasi berlangsung dimana seluruhnya diatur pada Komite Etik dan Disiplin AFC," tulis AFC.
Tak butuh waktu 24 jam bagi AFC untuk memberikan respons pada sanksi FIFA tersebut. Namun AFC justru menganaktirikan Timnas Indonesia sebagai satu-satunya wakil ASEAN yang tampil di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Timnas Indonesia telah secara resmi mengajukan keberatan atas penunjukkan jajaran wasit asal Kuwait untuk pertandingan melawan Arab Saudi yang berlangsung di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah, pada 9 Oktober 2025 mendatang.
Wasit yang memimpin jalannya pertandingan seharusnya tidak berasal dari regional yang sama dengan salah satu tim peserta. Padahal, Kuwait dan Arab Saudi sama-sama berada di bawah Federasi Sepak Bola Asia Tengah (SAFF).