- tangkapan layar youtube Arya Sinulingga
Awas Jatuh ke Lubang yang Sama! Timnas Indonesia Harus Waspada 'Trik Licik' Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026? Arya Sinulingga: Tiba-tiba Diputar ke Tempat....
tvOnenews.com - Timnas Indonesia tengah menatap laga krusial di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Skuad Garuda dijadwalkan menghadapi dua lawan berat, yakni Arab Saudi dan Irak, dalam perebutan tiket otomatis menuju Piala Dunia tahun depan.
Duel ini bukan sekadar soal kekuatan teknis di atas lapangan, tetapi juga menyangkut faktor non-teknis yang kerap menjadi perhatian.
Pasalnya, dalam pertemuan sebelumnya, Arab Saudi pernah menggunakan cara-cara di luar permainan untuk membuat Timnas Indonesia tidak nyaman.
Hal inilah yang kini menjadi catatan serius bagi PSSI agar pengalaman pahit tersebut tidak kembali terulang.
Pengalaman masa lalu memperlihatkan bahwa Arab Saudi memiliki cara tersendiri untuk menguji mental dan konsentrasi pemain Indonesia.
Mulai dari transportasi yang sengaja diputar jauh lebih lama dari rute normal, hingga kendala akses ke venue latihan.
Situasi tersebut terbukti menguras energi dan mengganggu persiapan tim sebelum bertanding. Kini, jelang duel hidup-mati, Timnas Indonesia dituntut ekstra waspada agar tidak lengah menghadapi skenario serupa.
Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, memastikan bahwa pihaknya sudah menyiapkan langkah antisipasi matang agar skuad Garuda bisa fokus sepenuhnya pada permainan, tanpa terganggu hal-hal di luar lapangan.
- X @timnasindonesia
Arya menegaskan bahwa pengalaman buruk ketika menghadapi Arab Saudi sebelumnya menjadi pelajaran berharga.
Ia mengungkapkan bagaimana saat itu bus timnas diputar-putar tanpa alasan jelas, sehingga waktu perjalanan menjadi jauh lebih lama dari seharusnya.
“Kita pengalaman yang lalu, bus kita diputar-putar padahal bisa cepat. Diputar ke mana tiba-tiba ada polisi dibelokkan. Tiba-tiba ada tempat yang tidak bisa lewat harus diputar dan itu terjadi hampir satu jam padahal seharusnya tidak selama itu,” kata Arya Sinulingga, dikutip dari kanal YouTube pribadinya.
Belajar dari kejadian tersebut, PSSI kini memutuskan untuk mengambil langkah preventif. Salah satu yang dilakukan adalah dengan menyewa bus sendiri agar tidak lagi bergantung pada pihak penyelenggara.
Beberapa ofisial Timnas Indonesia bahkan sudah berangkat lebih dulu pada 29 September lalu guna memastikan segala kebutuhan dan fasilitas bisa dipersiapkan dengan baik.
Sementara itu, para pemain baru akan menyusul terbang pada 2 Oktober mendatang untuk langsung menjalani persiapan intensif di lokasi pertandingan.
Arya menambahkan, perhatian khusus juga diberikan pada kenyamanan pemain. Semua fasilitas, mulai dari transportasi hingga akomodasi, akan diperiksa secara detail agar tidak ada celah yang bisa dimanfaatkan untuk mengganggu fokus skuad Garuda.
“Maka tidak heran kami lebih cepat sampai ke sana untuk mencari bus sendiri,” ujarnya. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisasi hambatan non-teknis yang berpotensi mengganggu persiapan mental maupun fisik pemain.
- AFC
"Yang gue takutin ya cuman non teknis aja. Kalau teknis, kita bisa melawan. Mau main di Saudi, mau main di mananpun, Timnas Indonesia bisa ngelawan," ujar Coach Justin.
Di sisi lain, pertarungan melawan Arab Saudi dan Irak akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Timnas Indonesia.
Kedua negara tersebut dikenal sebagai kekuatan besar di kawasan Asia, dengan tradisi sepak bola yang mapan dan dukungan infrastruktur yang kuat.
Namun, Garuda Muda membawa semangat tinggi untuk membuktikan bahwa mereka bisa bersaing di level tertinggi.
Arya menegaskan, seluruh upaya ini semata-mata untuk satu tujuan besar: membawa Indonesia tampil di panggung Piala Dunia 2026. “Memang mau tidak mau faktor non teknisnya itu,” tutupnya.
Langkah antisipatif yang dilakukan PSSI mencerminkan keseriusan federasi dalam menjaga kondisi timnas tetap prima menghadapi dua raksasa Asia tersebut.
Dengan persiapan matang dan pengalaman berharga di masa lalu, diharapkan skuad Garuda dapat tampil maksimal tanpa lagi terkendala urusan di luar lapangan.
Kini, sorotan publik tertuju pada bagaimana Timnas Indonesia mampu mengatasi bukan hanya kekuatan teknis Arab Saudi dan Irak, tetapi juga strategi “licik” yang kerap muncul di balik layar. (udn)