- AFC
Adu Harga Skuad Timnas Indonesia dengan Arab Saudi Jelang Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026, Ternyata Lebih Mahal...
tvOnenews.com - Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia memasuki babak keempat pada Oktober 2025, dan salah satu grup yang paling menyita perhatian publik adalah Grup B.
Di grup ini, Timnas Indonesia harus bersaing ketat dengan dua raksasa Asia, Arab Saudi dan Irak, untuk memperebutkan tiket menuju Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Namun ada fakta menarik yang muncul jelang putaran keempat ini, nilai pasar skuad Indonesia ternyata lebih mahal dibandingkan Arab Saudi.
- tvOnenews.com/Julio Tri Saputra
Hal ini tentu menambah optimisme publik bahwa Garuda bukan sekadar penggembira di fase krusial kualifikasi.
Pertahanan: Indonesia Paling Kokoh dari Segi Nilai
Di sektor penjaga gawang, Indonesia benar-benar unggul. Nama Emil Audero masih menjadi sorotan dengan harga fantastis Rp84 miliar, jauh meninggalkan Maarten Paes (Rp30,2 miliar) dan Ernando Ari (Rp4,35 miliar).
Jika ditotal, nilai tiga kiper Garuda mencapai Rp118,55 miliar.
Angka ini membuat Indonesia menjadi tim dengan kiper paling elit dibandingkan Arab Saudi maupun Irak.
Arab Saudi hanya mencatat total Rp24,33 miliar untuk empat kipernya, sedangkan Irak jauh lebih rendah dengan Rp1,99 miliar.
Jelas, di bawah mistar, Indonesia punya "aset" paling berharga.
Begitu juga di lini bek, Garuda kembali memimpin dengan total nilai Rp347,63 miliar dari 11 pemain.
Bandingkan dengan Arab Saudi yang hanya Rp19,04 miliar dan Irak Rp45,63 miliar.
Kehadiran pemain-pemain top membuat lini pertahanan Indonesia terlihat mewah sekaligus menjanjikan.
Lini Tengah: Dominasi Arab Saudi
Meski pertahanan Indonesia berkilau, ceritanya berbeda di sektor gelandang. Arab Saudi jauh lebih unggul dengan total Rp134,71 miliar.
Musab Al Juwair bahkan sendirian sudah bernilai Rp69,53 miliar, hampir menyamai total harga gelandang Indonesia.
Irak menempati posisi kedua dengan Rp74,74 miliar, sementara Indonesia cukup jauh tertinggal di angka Rp39,54 miliar.
Gelandang termahal Garuda, Thom Haye, “hanya” bernilai Rp7,38 miliar.
Ini menjadi catatan penting bagi Patrick Kluivert karena lini tengah akan sangat menentukan alur permainan.
Lini Serang: Arab Saudi Jauh di Depan
Situasi makin timpang di lini serang. Arab Saudi menguasai sektor ini dengan total nilai Rp192,07 miliar.
Firas Al-Buraikan menjadi bintang utama dengan harga Rp78,22 miliar.
Irak berada di tengah dengan Rp113,40 miliar.
Montader Madjed mencatat angka tertinggi di skuad mereka dengan Rp43,45 miliar.
Indonesia, meski mulai dihuni penyerang muda potensial, masih kalah jauh dengan total Rp65,62 miliar.
Miliano Jonathans menjadi penyerang termahal Garuda di angka Rp15,64 miliar.
Total Nilai Skuad: Timnas Indonesia Sedikit Lebih Tinggi dari Arab Saudi
Jika dilihat secara keseluruhan, total harga pasar skuad Indonesia mencapai Rp519,8 miliar dari 29 pemain.
Angka ini ternyata lebih besar daripada Arab Saudi yang mengoleksi Rp510,15 miliar dari 28 pemain.
Irak berada jauh di belakang dengan Rp273,76 miliar dari 24 pemain.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa, setidaknya dari sisi valuasi pemain, Indonesia kini sudah mulai sejajar, bahkan sedikit lebih tinggi, dibandingkan tim sekelas Arab Saudi yang berstatus langganan Piala Dunia.
Secara kasat mata, Indonesia unggul mutlak di sektor pertahanan, sementara lini tengah dan depan masih kalah dari dua rivalnya.
Jika Patrick Kluivert bisa menemukan formula untuk mengoptimalkan serangan, bukan tidak mungkin Indonesia mampu bersaing hingga akhir.
Dengan modal skuad bernilai lebih mahal daripada Arab Saudi, Garuda kini bukan lagi tim yang bisa dipandang sebelah mata.
Justru, Indonesia berpotensi menjadi kejutan besar di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. (tsy)