- PSSI
Legenda Arab Saudi Diduga Hina Timnas Indonesia dan Suporternya, Balikkan Bendera Merah Putih Jelang Laga Kualifikasi Piala Dunia 2026
Jakarta, tvOnenews.com - Legenda sepak bola Arab Saudi diduga melakukan penghinaan terhadap Timnas Indonesia dengan membalikkan bendera Merah Putih. Hal tersebut dilakukan jelang pertemuan kedua kesebelasan di laga perdana Grup B ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Timnas Indonesia akan menghadapi Arab Saudi di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Kamis (9/10/2025) dini hari WIB. Jelang laga tersebut, kedua pendukung mulai melemparkan psywar.
Mereka saling beradu argumen di media sosial untuk menunjukkan siapa yang terbaik jelang pertandingan. Namun, ada salah satu mantan pemain Arab Saudi yang justru melakukan penghinaan terhadap bendera Indonesia.
Sosok tersebut adalah Saeed Al-Owairan yang membalikkan bendera Indonesia dalam salah satu cuitannya di X. Hal tersebut diduga sebagai bentuk psywar jelang laga panas malam nanti.
Dalam cuitannya tersebut, dia menjelaskan bakal berangkat ke Jeddah untuk memberikan langsung dukungan kepada tim berjuluk The Green Falcons. Selain itu, dia juga menegaskan Arab Saudi layak menang atas Timnas Indonesia.
Namun, dalam cuitan tersebut, terlihat bendera Indonesia di balik menjadi putih merah dari yang seharusnya merah putih. Belum jelas apa maksud dari cuitan eks pemain Al-Shabab itu.
Patrick Kluivert Umumkan Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia untuk Lawan Arab Saudi
- dok. tvonenews.com/Taufik Hidayat
Patrick Kluivert resmi mengumumkan daftar 23 pemain Timnas Indonesia untuk menghadapi Arab Saudi pada ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Laga tersebut akan digelar di Stadion King Abdullah Sports City pada Kamis (9/10/2025).
Dalam daftar itu, Kluivert tetap mempertahankan sejumlah nama yang menjadi tulang punggung tim nasional. Beberapa di antaranya adalah Maarten Paes, Jay Idzes, dan Thom Haye.
Meski begitu, Calvin Verdonk tidak masuk dalam skuad akhir yang diumumkan. Bek kiri asal klub Lille tersebut mengalami cedera dan harus absen pada laga berikutnya melawan Irak.
Selain Verdonk, Nathan Tjoe-A-On juga tak terpilih dalam daftar 23 pemain. Padahal, ia tampil cukup menonjol ketika menghadapi Taiwan di FIFA Matchday bulan September.
Jordi Amat pun menjadi salah satu pemain yang dicoret dari skuad final Garuda. Kluivert lebih mempercayakan posisi bek tengah kepada Jay Idzes, Rizky Ridho, Justin Hubner, dan Kevin Diks.
Egy Maulana Vikri yang sempat tampil apik pada laga uji coba September juga tidak dibawa ke Arab Saudi. Pemain berusia 24 tahun itu kalah bersaing dengan Beckham Putra serta Eliano Reijnders di lini tengah.
Ramadhan Sananta turut menjadi korban pencoretan menjelang laga kontra Arab Saudi. Penyerang muda itu harus mengalah dari tiga nama lain yang dipilih Kluivert, yakni Ole Romeny, Ragnar Oratmangoen, dan Mauro Zijlstra.
Keputusan mencoret Egy Maulana Vikri menjadi perbincangan hangat di kalangan suporter Indonesia. Banyak yang menilai seharusnya Stefano Lilipaly yang dicoret, bukan pemain Dewa United tersebut.
Egy dinilai tengah berada dalam performa impresif bersama Dewa United di Super League. Selain itu, kondisi fisiknya juga dianggap lebih prima karena mampu bermain penuh selama 90 menit, berbeda dengan Lilipaly.
Pencoretan Nathan Tjoe-A-On pun tak luput dari sorotan publik. Beberapa pendukung menilai bahwa Nathan sebenarnya lebih pantas mengisi skuad final ketimbang Marc Klok. (fan)