- AFC
Demi Kemenangan Timnas Indonesia, Eks Tangan Kanan Shin Tae-yong Bongkar Celah Pertahanan Irak: Jujur Saya ...
tvOnenews.com - Timnas Indonesia kini tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi Irak dalam laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Pertemuan ini menjadi sangat penting setelah tiga kekalahan menyakitkan dari tim berjuluk Singa Mesopotamia dalam berbagai ajang sebelumnya.
Kekalahan beruntun itu membuat publik menanti gebrakan baru dari skuad Garuda untuk mematahkan kutukan atas Irak yang selama ini sulit ditaklukkan.
Timnas Indonesia vs Irak di Kualifikasi Piala Dunia 2026. (Sumer: Instagram @jordiamat5)
Dalam tiga pertemuan terakhir, timnas Indonesia selalu gagal menahan gempuran Irak.
Pertama terjadi pada laga perdana Grup A Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Basra Sport City Stadium, November 2023.
Saat itu, Indonesia takluk 1-5. Gol semata wayang Garuda dicetak Shayne Pattynama, sementara Irak berpesta melalui Bashar Rasan, Osama Rashid, Youssef Amyn, Ali Al Zubaidi, dan satu gol bunuh diri Jordi Amat.
Kekalahan kedua terjadi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 6 Juli 2024. Bermain di kandang sendiri pun tak mampu menjadi jaminan.
Indonesia menyerah 0-2 lewat gol Aymen Hussein dan Ali Jasim.
Dominasi Irak di lini tengah membuat Garuda kesulitan keluar dari tekanan sepanjang pertandingan.
Kemudian kekalahan ketiga tercatat dalam ajang Piala Asia 2023. Kala itu, Irak kembali mempermalukan Indonesia dengan skor 3-1 di Stadion Ahmad bin Ali, Al Rayyan, Qatar.
Mohanad Ali, Osama Rashid, dan Aymen Hussein menjadi mimpi buruk bagi lini pertahanan Garuda.
Tiga hasil itu menunjukkan bahwa Irak bukan sekadar lawan tangguh, tetapi juga memiliki konsistensi dan kedisiplinan tinggi dalam menyerang.
Kini, menghadapi Irak lagi di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, pelatih Patrick Kluivert dihadapkan pada tantangan berat untuk memperbaiki catatan buruk itu.
Indonesia sendiri baru saja kalah tipis 2-3 dari Arab Saudi di laga perdana Grup B.
Meski sempat unggul lebih dulu lewat dua penalti Kevin Diks, Garuda harus menerima kenyataan setelah Firas Al-Buraikan mencetak dua gol balasan.
Namun di balik semua itu, muncul suara dari sosok yang pernah menjadi bagian penting tim Garuda era Shin Tae-Yong, yakni Jeong Seok Seo atau akrab disapa Jeje.
Dalam podcast di kanal YouTube CAPT HAMKA pada 7 Oktober 2025, Jeje membongkar strategi yang dulu membuat Indonesia mampu menaklukkan tim besar seperti Arab Saudi di era Shin.
Jeje, Eks Penerjemah Shin Tae-yong dan Para Pemain Timnas Indonesia. (Sumber: Kolase tvOnenews / YouTube CAPT HAMKA / X Timnas Indonesia)
Menurutnya, kunci kemenangan waktu itu adalah memanfaatkan ruang kosong di belakang pertahanan lawan.
“Waktu itu kita analisa Saudi suka high pressing. Jadi banyak behind the space, dan itu yang kita incar terus,” ujar Jeje.
“Kita ambil bola dari daerah kita, dalam dua kali passing harus taruh true pass ke daerah lawan. Tiga pemain depan enggak perlu lihat kiri kanan, tapi harus lari langsung kalau kita sudah ambil bola,” tambahnya.Strategi serangan balik cepat ini terbukti efektif.
Indonesia kala itu menang 2-0 atas Arab Saudi, yang kemudian menjadi salah satu kemenangan bersejarah di era Shin Tae-Yong.
Jeje menilai, pendekatan serupa bisa diterapkan oleh Kluivert jika ingin menaklukkan Irak di laga nanti.
Ketika ditanya soal kekuatan Irak, Jeje memberi analisis menarik yang berakar dari pengalamannya mendampingi Shin.
“Kalau Irak jujur saya belum nonton lagi sebenarnya pertandingan. Saya mungkin hari ini sih, hari ini bakal saya nonton kembali Irak lawan siapa kemarin ya katanya di Thailand ya. Ya itu mungkin saya nonton,” ujar Jeje.
Namun ia tetap memberikan catatan penting untuk Garuda, “Tapi yang saya tahu sih sebenarnya ya seperti yang saya tadi bilang, Irak itu memang postur tubuhnya bagus banget.”
“Kayak pemain Eropa serius badannya bagus banget gitu dan semua tim Asia Timur Tengah ya kayak gitu harus main body keras memang,” sambungnya.
“Mau enggak mau kita harus mentalnya harus lebih kuat lagi. Memang daripada Arab lebih bagus posturnya pasti,” kata Jeje.
“Jadi itu yang saya baca sama juga dan pasti balik badannya agak lama. Jadi pasti behind the space pasti itu yang kita harus incar terus gitu,” tutupnya.
Dari ucapan Jeje, jelas bahwa celah di pertahanan Irak bisa dimanfaatkan lewat kecepatan pemain depan Indonesia.
Artinya, permainan cepat dan umpan terobosan menjadi kunci dalam duel nanti.
Jika mampu menekan balik dengan serangan kilat seperti di era Shin Tae-Yong, peluang Garuda untuk membalas tiga kekalahan beruntun itu terbuka lebar.
(anf)