news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kolase foto Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert Pelatih Timnas Indonesia.
Sumber :
  • Istimewa

Saran Mahal Shin Tae-yong Diabaikan Patrick Kluivert? Sebelum Timnas Indonesia Disingkirkan Irak, STY Sudah Bilang kalau PK Harusnya...

Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, pernah memberikan saran secara tidak langsung kepada Patrick Kluivert. Saran itu disampaikan STY -sapaan akrabnya- jauh sebelum skuad Garuda tumbang dari Irak.
Minggu, 12 Oktober 2025 - 12:28 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, pernah memberikan saran secara tidak langsung kepada Patrick Kluivert. Saran itu disampaikan STY -sapaan akrabnya- jauh sebelum skuad Garuda tumbang dari Irak.

Pada Minggu (12/10/2025) dini hari WIB, Timnas Indonesia takluk 0-1 dari Irak dalam pertandingan kedua Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Laga tersebut dihelat di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah.

Skuad Garuda sejatinya mampu menguasai jalannya pertandingan dan menciptakan lebih banyak peluang. Namun, tim besutan Patrick Kluivert itu harus dipaksa menyerah gara-gara gol tunggal gelandang Irak, Zidane Iqbal, pada menit ke-75.

Timnas Indonesia kalah dari Irak
Sumber :
  • AFC

 

Jalannya Pertandingan 

Singa Mesopotamia -julukan Timnas Irak- langsung menekan terlebih dahulu saat laga baru dimulai. Meski begitu, Indonesia yang justru menciptakan peluang pada menit kesembilan lewat sepakan Thom Haye, namun bola masih menyamping.

Berselang lima menit, pasukan Garuda kembali mengkreasikan peluang lewat umpan tarik dari Thom Haye. Sialnya, bola yang disambut Mauro Zijlstra di mulut gawang masih bisa diblok lini pertahanan Irak.

Semenit setelah itu, tim asuhan Patrick Kluivert kembali memiliki peluang melalui sepak pojok. Namun, sundulan Mauro Zijlstra masih menyamping dari gawang Irak.

Sebelum babak pertama berakhir, Indonesia mampu kembali menciptakan peluang lewat tendangan bebas Dean James. Namun, dewi fortuna belum memihak. Bola menyamping dari gawang Irak. 

Pada babak kedua, Irak mengambil inisiatif menyerang terlebih dahulu. Pasukan Graham Arnold menciptakan peluang pada menit 58 melalui tendangan Youssef Amyn. Namun, bola masih menyamping dari gawang.

Setelah itu, skuad Garuda memberikan ancaman serius melalui tendangan mendatar yang dilepaskan Kevin Diks pada menit 65. Lagi-lagi, upaya mereka gagal, bola bisa diamankan kiper Irak Jalal Hasan.

Alih-alih mencetak gol, Indonesia justru kebobolan. Irak mampu membuka keunggulan melalui sepakan Zidane Iqbal lewat tendangan mendatarnya pada menit 75. Skor berubah menjadi 1-0 untuk Irak.

Setelah tertinggal, Indonesia terus berupaya untuk menyamakan kedudukan. Sayangnya, kerja keras yang dilakukan oleh Ole Romeny dan kolega tak kunjung membuahkan hasil.

Meskipun, Irak bermain dengan 10 pemain pada menit 90+9 setelah bek tengah mereka Zaid Tahseen diganjar kartu merah usai menerima kartu kuning kedua. Namun, situasi itu gagal dimanfaatkan Garuda.

Pada sisa injury time, Indonesia mengerahkan segala cara untuk mencari gol penyeimbang. Namun, hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 untuk kemenangan Irak tidak berubah. 

Kekalahan dari Irak membuat Indonesia finis di posisi juru kunci Grup B tanpa poin dari dua pertandingan. Kondisi ini mengubur mimpi Garuda lolos ke Piala Dunia 2026. Sebelumnya, Indonesia kalah dari Arab Saudi dengan skor 2-3.

Sementara itu, Irak membuka peluang lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. Saat ini, Singa Mesopotamia baru memainkan satu laga di Grup B, menempati posisi kedua klasemen sementara dengan tiga poin.

Sebagai informasi, tim yang berhak melaju langsung ke Piala Dunia 2026 dari putaran keempat zona Asia adalah juara grup. Sementara peringkat kedua akan lanjut berjuang di putaran kelima.

Khusus bagi Timnas Indonesia, kegagalan ini membuat para suporter Garuda di seluruh dunia kecewa. Tak sedikit dari mereka yang menyalahkan Patrick Kluivert atas kegagalan ini hingga tagar #KluivertOut menggema di media sosial.

Patrick Kluivert didesak untuk mundur dari jabatan pelatih Timnas Indonesia. Sebab, juru taktik asal Belanda itu dinilai gagal membawa performa skuad Garuda lebih meningkat hingga tak mampu mewujudkan asa lolos ke panggung dunia tahun depan.

Padahal, jauh sebelum putaran keempat ini bergulir, Patrick Kluivert secara tidak langsung pernah diberikan saran oleh Shin Tae-yong agar skuad Garuda bisa tampil maksimal di dua laga kontra Arab Saudi dan Irak. Apa kata STY?

Saran Mahal Shin Tae-yong untuk Patrick Kluivert 

Pada Agustus 2025 lalu, Shin Tae-yong secara tidak langsung sempat meminta Patrick Kluivert agar membuat para pemain Timnas Indonesia tampil lebih kompak. Selain itu, lanjut STY, persiapan harus maksimal, dengan tim pelatih wajib menganalisis lawan lebih detail agar bisa meraih kemenangan.

Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert
Sumber :
  • kolase tim tvOnenews

 

"Patrick Kluivert merupakan pelatih Timnas Indonesia setelah saya. Jadi, tidak elok jika saya memberikan penilaian atau kritik," kata Shin Tae-yong pada Agustus 2025 lalu, dikutip dari kanal YouTube JekPot.

"la (Patrick Kluivert) harus membuat para pemain lebih kompak. Semua lawan punya kualitas lebih baik dari Timnas Indonesia. Persiapan harus lebih mantap. Tim pelatih wajib menganalisis lawan lebih seksama karena mereka adalah tim-tim kuat," imbuh pelatih asal Korea Selatan.

Jika ditarik mundur, permainan Timnas Indonesia saat melawan Arab Saudi terbilang jauh dari kata kompak. Para pemain sering meninggalkan kekosongan antarlini, kesalahan passing, blunder hingga tidak padu baik saat bertahan maupun menyerang.

Pada Juni 2025 lalu, Shin Tae-yong juga sudah mengingatkan Patrick Kluivert dkk agar memetakan kekuatan lawan dan menganalisisnya secara seksama. Ia meminta mereka agar menyiapkan strategi yang tepat demi meraih hasil maksimal.

"Kita harus meneliti dan mempersiapkan bagaimana cara melawan tim-tim sekuat itu agar bisa tampil baik," kata Shin Tae-yong, dikutip dari Instagram mantan penerjemahnya, Jeong Seok Seo atau akrab disapa Jeje, pada Juni 2025 lalu.

"Hal itu bisa menjadi titik awal dan sumber kekuatan untuk menghadapi putaran keempat," imbuh mantan juru taktik Ulsan HD itu.

Di sisi lain, Shin Tae-yong juga mengingatkan tentang pentingnya memperhatikan faktor cuaca di Timur Tengah. STY meminta kondisi fisik pemain harus diperhatikan dengan serius oleh Patrick Kluivert cs.

"Di sana kita akan melawan banyak dari Timur Tengah, dan karena iklim dan lingkungan di sana sangat berbeda, saya rasa kita perlu mempersiapkan kondisi fisik sangat baik," tegas Shin Tae-yong.

Lebih jauh, STY meyakini andai Patrick Kluivert cs dapat menganalisis kekuatan Arab Saudi dan Irak dengan baik, maka skuad Garuda akan mampu untuk membobol pertahanan lawan.

Mantan pelatih Timnas Indonesia itu percaya jika hal-hal di atas dilakukan secara seksama, maka permainan Timnas Indonesia bakal lebih baik dan mendapatkan hasil yang maksimal.

"Jika kita menganalisis setiap pertandingan melawan tim Timur Tengah dengan baik, kita dapat mengetahui keunggulan kita, apa yang bisa kita lakukan untuk membobol pertahanan lawan," jelas Shin Tae-yong.

"Serta menganalisis bagaimana kekuatan kita bisa menjadi kelemahan bagi mereka, saya yakin kita bisa mendapatkan hasil yang positif," tambahnya.

Pertanyaannya, apakah saran mahal Shin Tae-yong di atas tidak didengar oleh Patrick Kluivert? Saat hal yang pasti, STY berbicara hal itu ukan tanpa alasan karena pernah menukangi Timnas Indonesia dalam periode 2020-2025. 

Sebelum dipecat PSSI pada Januari 2025, arsitek asal Korea Selatan itu telah mencatat beberapa prestasi. Salah satunya membuat skuad Garuda kembali tampil di Piala Asia pada 2023 atau setelah absen 16 tahun hingga mencapai babak 16 besar.

STY juga meloloskan Timnas Indonesia ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, menaikkan ranking Timnas Indonesia di FIFA, hingga membawa membawa Timnas Indonesia U-23 lolos ke Piala Asia U-23 2024 dan menjadi semifinalis.

Sayangnya, perjuangan Shin Tae-yong bersama Timnas Indonesia harus berakhir di tengah jalan. Kini, STY berstatus pengangguran alias tanpa klub setelah dipecat dari kursi pelatih Ulsan HD, klub Korea Selatan.

(yus)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:10
01:39
06:50
01:36
07:02
10:03

Viral