- tvOnenews.com/Taufik Hidayat
Salut! Rizky Ridho Akui Kesalahannya saat Timnas Indonesia Lawan Irak, Begini Penjelasan Bek Persija Itu
Masuk babak kedua, intensitas permainan meningkat. Indonesia tetap mencoba menekan, namun Irak tampil lebih efektif.
Puncaknya terjadi di menit ke-76 ketika sebuah kesalahan koordinasi di lini belakang berbuah petaka.
Rizky Ridho yang menguasai bola di sisi kanan pertahanan mencoba melakukan manuver melewati pemain Irak alih-alih mengoper ke kiper Maarten Paes atau membuang bola ke depan.
Keputusan itu menjadi titik balik pertandingan, bola berhasil direbut pemain Irak dan langsung dimanfaatkan Zidane Iqbal untuk menembak keras ke sudut kiri gawang.
Paes tak mampu menjangkau, skor berubah menjadi 0-1 untuk Irak. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tak berubah. Indonesia kalah dan harus angkat koper dari kualifikasi.
Rizky Ridho Akui Kesalahan Fatalnya
Rizky Ridho menjadi sorotan publik karena blunder tersebut. Namun, pemain berusia 23 tahun itu menunjukkan sikap sportif dan bertanggung jawab dengan secara terbuka mengakui kesalahannya.
Dalam acara Vidio Sports Festival, Ridho dengan jujur menjelaskan kronologi kejadian yang membuat Indonesia kebobolan.
“Waktu lawan Irak, momen di sisi kanan belakang itu memang keputusan saya sendiri yang salah,” ujar Rizky Ridho.
“Di sepak bola, sepersekian detik saja salah bisa berakibat fatal seperti itu. Saya pertama sudah lihat Maarten (Paes) dan juga pemain Irak yang datang menekan. Saya kira dia bakal lari ke Maarten untuk press, jadi saya keeping bolanya ke sana, dan akhirnya 0-1,” tuturnya menyesal.
- REUTERS/Stringer
Pernyataan tersebut menuai banyak pujian dari suporter Indonesia, yang menilai keberanian Ridho mengakui kesalahan merupakan bentuk kedewasaan dan tanggung jawab sebagai pemain profesional.
Banyak netizen di media sosial juga menyampaikan dukungan agar sang bek tidak larut dalam penyesalan.
Pelatih Patrick Kluivert usai pertandingan menegaskan bahwa kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi para pemain muda Indonesia.
Menurutnya, Garuda telah menunjukkan kemajuan dalam hal permainan, meskipun hasil akhir belum berpihak.
Sementara itu, PSSI memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim, terutama setelah Indonesia gagal menambah poin dari empat laga di putaran keempat.