- ANTARA FOTO/Fauzan/tom
Media Vietnam Tak Habis Pikir PSSI Hanya Targetkan Perak untuk Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2025: Mengejutkan
tvOnenews.com - Keputusan PSSI yang tidak memasang target emas untuk Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2025 memancing perhatian media asing.
Salah satunya datang dari Vietnam, lewat The Thao 247, yang menilai sikap tersebut cukup mengejutkan.
Pasalnya, Garuda Muda berstatus juara bertahan cabang sepak bola putra pada ajang dua tahunan ini.
Di bawah komando Indra Sjafri, Timnas Indonesia U-23 tergabung dalam Grup C bersama Myanmar, Filipina, dan Singapura.
- ANTARA
Laga perdana akan digelar pada Jumat, 5 Desember 2025, saat Indonesia berjumpa Singapura.
Selanjutnya, Garuda Muda menghadapi Filipina pada 8 Desember, lalu menutup fase grup dengan duel kontra Myanmar pada 12 Desember 2025.
Sistem kompetisi tahun ini cukup ketat. Dari tiga grup yang tersedia, hanya juara grup yang berhak melaju otomatis ke semifinal.
Sementara satu tiket tersisa diperebutkan oleh runner-up terbaik.
Indonesia sendiri datang dengan status membanggakan setelah meraih medali emas SEA Games 2023, mengalahkan Thailand di final dan mengakhiri penantian panjang sejak 1991.
Namun, alih-alih dibebani misi mempertahankan emas, skuad Garuda Muda justru hanya ditargetkan membawa pulang perak.
The Thao 247 bahkan menulis, “Timnas U23 Indonesia tetapkan target mengejutkan di SEA Games 33.”
Media tersebut menilai Indonesia seolah tidak memasang ekspektasi tinggi, meski berstatus juara bertahan.
Target ini disampaikan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
Ia menjelaskan bahwa Kemenpora tidak memasukkan skuad U-23 ke dalam kategori cabang olahraga dengan target emas.
"Berdasarkan penilaian Kemenpora, tim putri ditargetkan Medali Perunggu, dan tim putra ditargetkan Medali Perak. Demikian informasi yang mereka laporkan kepada kami," ujar Erick Thohir di kantor pusat Kemenpora, Jumat 21 November 2025.
Keputusan tersebut menimbulkan tanda tanya di kalangan publik.
Banyak yang heran mengapa status juara bertahan tidak sebanding dengan target yang dibebankan.
Apalagi, performa Garuda Muda dua tahun lalu menunjukkan bahwa Indonesia mampu bersaing dengan kekuatan papan atas Asia Tenggara.
Kini, publik menantikan apakah target “hanya perak” ini akan menjadi tekanan baru bagi skuad Indra Sjafri, atau justru membuat mereka bermain lebih lepas untuk membuktikan diri kembali sebagai yang terbaik di kawasan. (tsy)