- Kitagaruda.id
Striker Vietnam Blak-blakan Sebut Timnas Indonesia sebagai Ancaman Serius di SEA Games 2025: Lawan Terberat
tvOnenews.com - Pesta Olahraga Negara-Negara Asia Tenggara (SEA Games) 2025 semakin dekat.
Ajang dua tahunan tersebut akan kembali digelar di Thailand, dengan Bangkok, Chonburi, dan Songkhla menjadi tiga kota penyelenggara utama.
Perhelatan akbar ini dijadwalkan berlangsung pada 9–20 Desember 2025.
Menyambut pesta olahraga terbesar di kawasan Asia Tenggara tersebut, berbagai cabang mulai menarik perhatian, terutama sepak bola putra yang memang selalu menjadi magnet bagi pecinta olahraga.
Di tengah persiapan intensif menjelang kick-off, salah satu sorotan datang dari tim Vietnam.
Striker muda mereka, Nguyen Thanh Nhan, memberikan komentar yang cukup mencuri perhatian saat sesi latihan tim.
Berbicara kepada media lokal, pemain yang sudah menjajal pengalaman bersama timnas senior itu secara tegas menyebut bahwa Timnas Indonesia U-22 merupakan salah satu lawan terkuat yang akan mereka hadapi di Grup C.
Dalam latihan yang dipimpin pelatih Kim Sang-sik, Thanh Nhan mengulas peta kekuatan tiap tim yang berada dalam grup mereka.
Tanpa berbelit-belit, ia menempatkan Indonesia dan tuan rumah Thailand sebagai kandidat kuat peraih medali.
“Menurut saya, Indonesia dan Thailand adalah dua lawan terbesar,” ujar Nguyen Thanh Nhan, dikutip dari Baonghearn.
Setelah mengungkapkan dua tim yang ia nilai paling berbahaya, sang striker kemudian menegaskan bahwa fokus utama Vietnam tetap berada pada perkembangan tim mereka sendiri.
Target emas menjadi tujuan yang ingin mereka capai melalui peningkatan performa di setiap sesi latihan.
“Namun yang terpenting adalah kami bisa melewati diri sendiri dan terus berkembang setiap hari untuk mengejar target emas," lanjutnya.
Pernyataan itu mencerminkan semangat baru yang sedang dibangun The Golden Star Warriors menjelang turnamen.
Vietnam datang ke SEA Games 2025 dengan rasa percaya diri yang tinggi.
Di sisi lain, kondisi internal skuad Vietnam juga tengah bergerak dinamis. Proses seleksi pemain masih berlangsung, dengan 28 nama yang harus dipangkas menjadi 23 pemain final.
Tantangan lain muncul terkait venue pertandingan di Songkhla yang dikabarkan berpotensi terdampak banjir.
Meski berbagai kendala menghadang, komentar Thanh Nhan menegaskan satu hal: Vietnam memandang Indonesia selaku juara bertahan sebagai rival berat yang tidak bisa diabaikan.