- Facebook - Borussia Mönchengladbach
Kevin Diks Ternyata Tak Pikir Panjang Saat Ditawarin Naturalisasi untuk Bela Timnas Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Bek Borussia Monchengladbach, Kevin Diks, mengungkapkan bahwa dirinya tidak berpikir panjang saat mendapat tawaran untuk membela Timnas Indonesia melalui proses naturalisasi.
Kevin Diks mengaku keputusan tersebut diambil dengan cepat, terutama karena besarnya dukungan yang sudah ia rasakan dari para penggemar Indonesia bahkan jauh sebelum resmi menjadi bagian dari skuad Garuda.
“Ketika Indonesia menghubungi saya, jawaban saya langsung ‘ya’,” ujar Diks dalam kanal YouTube Spelerspraat dikutip Rabu (21/1/2026).
Tawaran itu bahkan sudah dia dapatkan ketika masih memperkuat klub lamanya, FC Copenhagen. Dia mengakui tawaran itu pun tak pernah disesalinya dengan apa yang akhirya dia dapatkan selama ini dari suporter Indonesia.
Menurut pemain berusia 33 tahun itu, sejak awal karier profesionalnya, ia sudah merasakan perhatian besar dari fans Indonesia, terutama melalui media sosial. Dukungan tersebut menjadi faktor kuat yang mendorongnya mantap memilih Indonesia.
“Sejak lama saya melihat dan merasakan sendiri bagaimana fans Indonesia selalu ada, baik di saat senang maupun susah. Dukungan itu nyata,” kata Diks.
Selain faktor emosional, keputusan membela Timnas Indonesia juga berkaitan erat dengan latar belakang keluarganya. Kevin Diks memiliki darah Indonesia dari sang kakek, yang lahir dan besar di Tanah Air.
“Kakek saya sangat bangga. Dia selalu bilang bahwa setiap orang harus menemukan jalannya sendiri untuk kembali ke akar budayanya,” ungkap Diks.
Sejak resmi memilih Indonesia, Diks mengaku semakin tertarik mempelajari budaya dan sejarah keluarganya. Ia juga menyebut pengalaman pertamanya tiba di Indonesia sebagai sesuatu yang tak terlupakan.
“Begitu saya datang, sambutannya luar biasa. Fans benar-benar antusias, bahkan saya tidak bisa keluar hotel dengan bebas. Itu pengalaman yang belum pernah saya rasakan sebelumnya,” ujarnya.
Meski sempat mengalami momen sulit seperti kegagalan penalti dan cedera, Diks menegaskan kecintaannya terhadap Timnas Indonesia tidak pernah berkurang.
“Membela Indonesia itu bukan hanya tentang keberhasilan, tapi juga menerima kegagalan dan belajar darinya,” tegasnya.