- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Menanti Thailand atau Vietnam, Hector Souto Tegas Ingatkan Timnas Futsal Indonesia: Jangan Terlena di AFC Futsal 2026
Jakarta, tvOnenews.com – Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, mengingatkan bahwa fase gugur AFC Futsal 2026 tidak memberi ruang untuk rasa nyaman. Menurutnya, siapa pun calon lawan di babak perempat final memiliki kualitas yang sama-sama berpotensi mengancam langkah skuad Garuda.
Timnas Futsal Indonesia telah memastikan tiket ke perempat final setelah melewati rangkaian laga fase grup. Hasil tersebut menjadi sinyal positif atas progres permainan Merah Putih sepanjang turnamen Asia ini.
Meski demikian, perjuangan Indonesia di Grup A belum sepenuhnya berakhir. Laga terakhir melawan Irak masih akan menentukan posisi akhir di klasemen, yang berdampak langsung pada peta pertemuan di fase gugur.
Berdasarkan klasemen sementara, Indonesia berpeluang menghadapi wakil kuat Asia Tenggara, Thailand atau Vietnam, di babak perempat final. Kedua tim tersebut telah lebih dulu memastikan tempat di delapan besar AFC Futsal 2026, meski masih harus menyelesaikan pertandingan terakhir Grup B untuk menentukan peringkat akhir.
- AFC
Situasi ini membuat peluang pertemuan berada dalam kondisi seimbang. Souto pun menilai tidak ada keuntungan berarti dari menghadapi salah satu di antara Thailand atau Vietnam.
Pelatih asal Spanyol itu menegaskan bahwa pengalaman di masa lalu menunjukkan kedua negara kerap menyulitkan Indonesia. Oleh karena itu, ia menolak anggapan adanya lawan yang lebih mudah di fase gugur.
“Semua sulit. Kalau Anda ingat di masa lalu, Vietnam menyulitkan, Thailand juga selalu menyulitkan. Jadi saya rasa kami harus mengakhiri pertandingan melawan Irak dengan kemenangan,” ujar Souto usai laga Indonesia kontra Kirgistan di Indonesia Arena, Kamis (29/1/2026) malam WIB.
Souto menekankan bahwa laga melawan Irak tidak boleh dijalani dengan pendekatan aman. Ia meminta para pemain tetap bermain agresif demi meraih hasil maksimal.
Menurutnya, tampil di hadapan publik sendiri membawa tanggung jawab besar. Indonesia Arena bukan tempat untuk bermain setengah hati.
“Setelah itu kami akan tahu siapa lawan yang dihadapi. Tetapi kami selalu bertanding untuk menang. Kami tidak mungkin bermain untuk kalah, apalagi di Indonesia Arena yang penuh,” tuturnya.
Lebih jauh, Souto memandang babak perempat final sebagai tolok ukur sejati kekuatan Indonesia di level Asia. Ia menilai fase tersebut merupakan panggung kompetisi sesungguhnya bagi tim-tim elite.
Souto menegaskan Indonesia harus membangun konsistensi di Asia sebelum berbicara terlalu jauh soal ambisi global. Sikap realistis dinilainya menjadi kunci perkembangan jangka panjang.
“Kita bicara soal level dunia, tetapi sebelum itu kami harus stabil di level Asia. Jadi harus realistis dengan apa yang kita miliki. Sejak awal saya selalu bilang kita harus realistis. Kalau kita bisa terus menang, maka kita akan menjadi yang terbaik di dunia,” tegasnya.
Untuk mencapai target tersebut, Souto menilai dukungan publik memegang peranan penting. Atmosfer di Indonesia Arena disebut mampu memberi dorongan tambahan bagi para pemain.
Ia juga mengajak masyarakat Indonesia untuk memahami perkembangan futsal dunia yang terus meluas dengan karakter permainan yang beragam di berbagai negara.
“Saya mengajak penonton melihat futsal di Brasil, Spanyol, Eropa, Portugal, dan negara lainnya. Futsal berkembang luas di dunia dengan banyak pemain berkualitas,” kata Souto.
Menutup pernyataannya, Souto menegaskan Timnas Futsal Indonesia berada di jalur yang tepat. Namun, ia kembali menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara rasa percaya diri dan sikap realistis.
“Kita memang bagus, itu benar. Tetapi tetaplah realistis dan bantu kami, karena kami membutuhkan Indonesia Arena. Hari ini, Indonesia Arena adalah faktor kunci bagi kami,” pungkasnya. (igp/fan)