- nac.nl
Sempat Masuk Daftar Kemenpora, Timnas Indonesia Kehilangan Kesempatan Gaet Bintang Grade A dari Kasta Teratas Belanda
Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Indonesia kehilangan peluang menaturalisasi salah satu bintang kasta teratas Eropa. Pemain dengan 107 laga Eredivisie yang kini pensiun dini meski sempat masuk radar Kemenpora.
Gelombang naturalisasi pemain keturunan untuk memperkuat Timnas Indonesia memang mencapai puncaknya dalam beberapa tahun terakhir di bawah kepemimpinan PSSI saat ini. Namun jauh sebelum Jay Idzes atau Thom Haye mengenakan seragam Garuda, upaya mendata talenta diaspora sebenarnya telah dilakukan pemerintah Indonesia sejak satu dekade lalu.
Pada 2017, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sempat merilis daftar pemain keturunan yang dinilai berpotensi membela Merah Putih. Dari sekian banyak nama, Timnas Indonesia harus merelakan satu peluang besar untuk menggaet kiper berpengalaman yang pernah merumput di kasta tertinggi Liga Belanda.
Sosok tersebut adalah Benjamin van Leer, penjaga gawang kelahiran Belanda yang memiliki darah Maluku dan sempat digadang-gadang sebagai tembok kokoh Skuad Garuda. Nama Van Leer masuk dalam radar pemantauan pemerintah ketika Kemenpora di era Menteri Imam Nahrawi mulai serius mendata pemain keturunan di Eropa.
Sekretaris Kemenpora saat itu, Gatot S. Dewa Broto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi 24 nama pemain keturunan Indonesia yang berkarier di Benua Biru. Data tersebut dihimpun melalui kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri serta Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag yang secara khusus memantau perkembangan pemain di Belanda.
Dalam keterangan resminya pada April 2017, Gatot menyebut pendataan ini sebagai langkah awal memetakan potensi prestasi yang bisa dibawa ke Tanah Air. Surat resmi dari Kemenlu bahkan telah diteruskan kepada PSSI agar ditindaklanjuti melalui pendekatan langsung kepada para pemain, termasuk Benjamin van Leer.
Secara statistik dan rekam jejak, Van Leer bukanlah sosok sembarangan di bawah mistar gawang. Berdasarkan data Transfermarkt, kiper kelahiran Houten tersebut tercatat tampil sebanyak 107 kali di ajang Eredivisie, angka yang mencerminkan konsistensi di level elite Eropa.
Van Leer memulai karier profesionalnya sejak usia muda sebelum memperkuat Roda JC Kerkrade. Performanya kemudian menarik perhatian Ajax Amsterdam yang merekrutnya pada Juni 2017 dengan nilai transfer sekitar 700 ribu euro.
- Website Resmi Ajax Amsterdam/ajax.nl
Meski persaingan di Ajax dikenal sangat ketat, keberadaan Van Leer di skuad De Godenzonen menjadi bukti kualitasnya diakui klub raksasa Belanda tersebut. Ia sempat menjadi bagian dari lingkungan kompetitif yang dikenal sebagai salah satu pabrik talenta terbaik dunia.
Sayangnya, harapan publik sepak bola Tanah Air untuk melihat Van Leer membela Timnas Indonesia akhirnya pupus. Setelah sempat memperkuat NAC Breda dan terakhir berseragam Sparta Rotterdam, ia memutuskan gantung sepatu pada 2023.
Keputusan pensiun itu diambil setelah Van Leer sempat berstatus tanpa klub selama satu tahun. Kondisi tersebut menutup peluang naturalisasi yang mungkin terbuka apabila pendekatan dilakukan lebih intensif di masa puncak kariernya.
Indonesia pun harus merelakan talenta berlabel “grade A” ini berlalu tanpa sempat mencatatkan satu caps pun bersama Timnas. Kisah Van Leer menjadi catatan tersendiri dalam sejarah panjang pencarian pemain keturunan.
Meski demikian, pendukung Timnas Indonesia tak perlu larut dalam kekecewaan. Posisi penjaga gawang kini diisi nama-nama berkualitas yang mampu bersaing di level internasional.
PSSI berhasil menaturalisasi Maarten Paes, kiper FC Dallas yang performanya terus menanjak. Ia bahkan santer dikabarkan selangkah lagi akan bergabung dengan Ajax Amsterdam, klub yang pernah dibela Van Leer.
Selain Paes, Timnas Indonesia juga memiliki Emil Audero Mulyadi yang kini menjadi pilar utama di kompetisi kasta tertinggi Liga Italia. Dengan deretan kiper tersebut, sektor terakhir pertahanan Garuda tetap berada di level elit, meski sejarah mencatat ada satu bintang Eredivisie yang sempat terlewatkan.
(sub)