- ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Alasan Vietnam Lebih Tertekan ketimbang Timnas Futsal Indonesia Jelang Duel di Perempat Final Piala Asia Futsal Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, menyimpan ambisi besar setelah membawa timnya menembus fase gugur Piala Asia Futsal 2026. Sosok asal Spanyol itu ingin melangkah lebih jauh dengan mengantarkan Indonesia menembus babak semifinal untuk kali pertama dalam sejarah.
Langkah menuju target tersebut terbuka lebar usai Timnas Futsal Indonesia menyelesaikan fase grup dengan hasil positif. Performa stabil sejak laga awal menjadi modal penting bagi skuad Garuda menatap babak perempat final.
Pada pertandingan terakhir Grup A, Indonesia menghadapi Irak dalam duel ketat. Laga yang digelar di Indonesia Arena, Sabtu (31/1/2026), berakhir dengan skor imbang 1-1.
Hasil tersebut sudah cukup untuk memastikan Indonesia keluar sebagai pemuncak klasemen grup. Keberhasilan itu sekaligus menyingkirkan tekanan yang berpotensi muncul jika Indonesia gagal mengamankan posisi teratas.
Secara statistik, Timnas Futsal Indonesia mengoleksi tujuh poin dari tiga pertandingan. Catatan tersebut diperkuat dengan selisih gol yang cukup mencolok, yakni delapan gol.
Irak yang juga mengumpulkan tujuh poin harus puas berada di posisi kedua klasemen akhir Grup A. Perbedaan selisih gol membuat mereka berada di bawah Indonesia meski memiliki poin yang sama.
Pencapaian sebagai juara grup menjadi sorotan tersendiri bagi Timnas Futsal Indonesia. Pasalnya, status tersebut masih jarang diraih Indonesia dalam keikutsertaan di ajang futsal tingkat Asia.
"Langkah selanjutnya. Target selanjutnya tentu saja berusaha untuk lolos ke semifinal untuk pertama kalinya. Inilah yang saya katakan kemarin, kami para pemain mengukir sejarah. Dengan bantuan para pelatih dan klub mereka dengan mendukung mereka sepanjang tahun," ujar Hector Souto, Sabtu (31/1/2026).
Pada babak perempat final, Timnas Futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat. Lawan yang dihadapi bukan tim sembarangan, melainkan Vietnam yang dikenal sarat pengalaman.
Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa (3/1). Duel Indonesia kontra Vietnam diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di fase perempat final.
Meski demikian, Souto menilai situasi kali ini berbeda dibanding pertemuan sebelumnya. Ia menyebut tekanan justru lebih besar berada di pihak Vietnam yang memiliki rekam jejak panjang di turnamen AFC.
"Kami tidak punya apa-apa untuk kehilangan. Jika ada yang merasakan tekanan, itu Vietnam karena mereka sudah beberapa kali ke semifinal," kata Hector Souto.
Dalam perjalanan fase grup, Indonesia sempat meraih kemenangan dengan margin gol yang meyakinkan. Hal itu memunculkan anggapan bahwa permainan Indonesia berubah menjadi lebih defensif saat menghadapi Irak.
Menanggapi hal tersebut, Souto dengan tegas menepis anggapan timnya bermain bertahan. Ia menjelaskan bahwa pendekatan permainan disesuaikan dengan situasi di lapangan.
"Anda keliru. Ketika kami bermain empat melawan empat, tim saya menerapkan permainan menyerang. Maka kami bermain bertahan saat mereka menerapkan power play, karena mereka mengejar peringkat pertama (Grup A)," ucapnya.
"Kami ingin mengamankan peringkat pertama grup karena jarang Indonesia mendapatkan posisi pertama grup di kejuaraan Asia," pungkas pelatih Spanyol tersebut..
(igp/rda)