- Kolase tvOnenews.com | : canadasoccer.com - X @timnasindonesia
Lagi-lagi Senggol Timnas Indonesia, Media Vietnam Ejek Naturalisasi Skuad Garuda
tvOnenews.com - Pembahasan soal perkembangan sepak bola usia muda di Asia Tenggara kembali memanas.
Media Vietnam kembali menyoroti perbandingan kualitas pembinaan pemain muda di kawasan, sembari menyindir ketergantungan beberapa negara, termasuk Indonesia, terhadap pemain naturalisasi.
Sorotan tersebut muncul setelah melihat konsistensi prestasi tim U-23 Vietnam dalam satu dekade terakhir yang dinilai melampaui banyak rival regional.
Tim muda Vietnam memang mencatatkan sejumlah pencapaian yang mendapat perhatian luas.
Mereka pernah menembus final Piala Asia U-23 2018 sebelum kalah tipis dari Uzbekistan, sebuah pencapaian bersejarah yang menandai pertama kalinya Vietnam mencapai final kompetisi tingkat kontinental usia muda.
- AFC
Selain itu, pada edisi terbaru turnamen tersebut, Vietnam kembali tampil kompetitif dengan meraih posisi ketiga.
Catatan ini mempertegas reputasi mereka sebagai salah satu kekuatan berkembang di Asia.
Dominasi di kawasan Asia Tenggara juga terlihat dari keberhasilan meraih gelar regional serta medali emas multievent dalam beberapa tahun terakhir.
Stabilitas hasil itu membuat media domestik menilai tim muda mereka sebagai salah satu sistem pembinaan paling efektif di kawasan.
Media Vietnam BTV menilai keberhasilan itu tidak datang secara instan. Mereka menyoroti pengembangan pemain usia muda sebagai faktor pembeda utama dibanding negara lain.
Vietnam memiliki jaringan akademi yang berkembang pesat, seperti pusat pelatihan modern milik PVF Football Academy yang dikenal memiliki fasilitas sport science, teknologi analisis performa, serta lingkungan pelatihan terpadu.
Akademi lain seperti Hoang Anh Gia Lai Academy juga disebut berperan penting.
Program ini sejak awal bekerja sama dengan institusi pelatihan internasional untuk meningkatkan kualitas metode pembinaan, termasuk penyediaan fasilitas latihan dan pendidikan bagi pemain muda.
Pendekatan tersebut diperkuat oleh struktur kompetisi usia dini yang berjenjang, mulai dari level anak hingga remaja, sehingga jalur pengembangan berlangsung panjang dan sistematis.
Banyak pemain muda juga mendapatkan kesempatan bermain di klub profesional domestik sejak usia relatif muda, mempercepat proses adaptasi ke level kompetitif.