- Strømsgodset
Kabar Gembira untuk John Herdman, Gelandang Norwegia Berdarah Batak ini Berpeluang Bela Timnas Indonesia
tvOnenews.com - Timnas Indonesia kembali mendapat potensi tambahan amunisi dari Eropa.
Setelah sejumlah nama diaspora masuk radar, kini muncul sosok gelandang muda berdarah Batak yang sudah mencatatkan caps internasional bersama Norwegia U-20: Samuel Silalahi.
Nama “Silalahi” langsung mencuri perhatian publik. Marga Batak yang melekat kuat di belakang namanya menjadi sinyal identitas Indonesia yang tak terbantahkan.
- godset.no/Børre E. Helgerud
Usut punya usut, kedua orang tuanya berasal dari Sumatera Utara sebelum menetap di Norwegia.
Lahir di Oslo pada 2 Juni 2005, Samuel Agung Marcello Silalahi kini berusia 19 tahun dan mulai mencuri sorotan di Skandinavia.
Ia mendapat panggilan memperkuat Norwegia U-20 pada awal 2025 dan menjalani debutnya pada 22 Maret dalam laga uji coba melawan Uzbekistan. Dalam pertandingan itu, ia tampil selama 45 menit.
Hingga kini, ia telah mengoleksi empat penampilan bersama Norwegia U-20.
Namun yang menarik, Samuel belum pernah tampil untuk tim senior Norwegia. Artinya, secara regulasi FIFA, peluang membela Indonesia masih terbuka lebar.
- Strømsgodset
Di level klub, Samuel saat ini bermain untuk Strømsgodset, salah satu kontestan liga utama Norwegia. Ia berposisi sebagai gelandang serang dengan tinggi 177 cm.
Kariernya dimulai bersama FK Mandalskameratene sebelum direkrut Strømsgodset pada 2022. Dua tahun berselang, ia dipromosikan ke tim senior.
Musim 2024 menjadi titik baliknya: Samuel tampil dalam 14 pertandingan dan mencatat satu assist. Pada musim berikutnya, ia kembali dipercaya bermain dalam 13 laga.
Kepercayaan pelatih klub menunjukkan bahwa ia bukan sekadar pelengkap skuad, melainkan bagian dari proyek jangka panjang tim.
Sejak diperkenalkan sebagai pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman aktif berburu talenta, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
- PSSI
Langkahnya yang kerap terlihat menyaksikan pertandingan secara langsung menegaskan keseriusannya membangun skuad kompetitif jelang FIFA Series Maret 2026, di mana Indonesia dijadwalkan menghadapi Saint Kitts and Nevis.
Tak hanya pemain yang sudah berpaspor Indonesia, diaspora yang belum menjadi WNI pun berpeluang dipantau.