news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Bek Inter Milan Matteo Darmian.
Sumber :
  • ANTARA/AFP/ISABELLA BONOTTO

Usia Hanyalah Angka, Matteo Darmian Jadi Titik Terang Inter Milan di Tengah Dinginnya Malam Norwegia saat Keok 1-3 dari Bodo/Glimt

Kekalahan 1-3 dari Bodo/Glimt menjadi malam yang pahit bagi Inter Milan. Namun, di tengah hasil mengecewakan itu, satu nama mencuri perhatian, Matteo Darmian.
Jumat, 20 Februari 2026 - 09:29 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kekalahan 1-3 dari Bodo/Glimt menjadi malam yang pahit bagi Inter Milan. Namun, di tengah hasil mengecewakan itu, ada satu nama yang mencuri perhatian, yakni Matteo Darmian.

Bermain di bawah suhu dingin Lingkar Arktik bukan perkara mudah bagi tim tamu. Tetapi Darmian justru tampil “hangat”, menghadirkan energi dan determinasi yang jarang terlihat dari pemain yang baru kembali merumput.

Pelatih Cristian Chivu membuat keputusan berani dengan menurunkan sang veteran sebagai starter. Ia menggeser Luis Henrique yang sebelumnya sedang menikmati tren performa positif.

Kepercayaan itu dibayar lunas oleh Darmian lewat penampilan disiplin dan penuh tanggung jawab. Meski lama absen dari ritme kompetitif, ia terlihat tenang dan tidak canggung menghadapi tekanan.

Sejak menit awal, Darmian aktif menyisir sisi kanan pertahanan lawan. Pergerakannya tak hanya membantu fase bertahan, tetapi juga memberi dimensi tambahan dalam skema serangan Inter.

Pada babak pertama, ia hampir mencatatkan namanya di papan skor. Sepakan half-volley yang dilepaskannya hanya terpaut beberapa sentimeter setelah membentur tiang gawang.

Momen tersebut menjadi simbol betapa tipisnya jarak antara pujian dan selebrasi gol. Andai bola sedikit saja mengarah ke dalam, cerita pertandingan bisa saja berbeda.

Media-media Italia pun tak pelit memberikan apresiasi. Corriere dello Sport menyoroti dinamisme yang ia tawarkan, sementara Tuttomercatoweb memuji etos kerja serta konsistensinya sepanjang laga.

Dalam pertandingan yang berjalan sulit bagi Inter, Darmian justru tampil paling stabil. Ia tidak panik saat ditekan dan tetap mampu menjaga struktur permainan tim.

Absennya dalam waktu yang cukup panjang sempat menimbulkan tanda tanya. Namun di laga ini, ia menjawab semuanya lewat aksi nyata, bukan sekadar reputasi masa lalu.

Beberapa kali overlap yang ia lakukan membuat lini belakang Bodo/Glimt kerepotan. Keberaniannya naik membantu serangan menunjukkan bahwa usia 36 tahun bukanlah penghalang untuk tetap kompetitif di level tertinggi.

Meski Inter harus pulang dengan tangan hampa, Chivu setidaknya mendapat satu kabar baik dari perjalanan ke Norwegia. Darmian membuktikan bahwa pengalaman dan profesionalisme tetap menjadi aset berharga dalam skuad Nerazzurri.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:42
05:28
05:05
05:56
02:20
00:50

Viral