- Instagram @fcdender - Instagram @lucmarijnissen
Sudah Saling Follow dengan Pemain Timnas Indonesia, Bek Belgia Berdarah Surabaya Ini Selangkah Lagi Bela Garuda?
tvOnenews.com - Ambisi memperkuat pertahanan kembali mengarah ke Eropa. Timnas Indonesia kini dikaitkan dengan satu nama yang sedang naik daun di Belgia, yakni Luc Marijnissen.
Bek tengah berusia 23 tahun itu saat ini membela FCV Dender EH dan tampil konsisten sepanjang musim 2025/2026.
Dengan tinggi 190 cm serta gaya bermain tenang, Marijnissen dinilai punya profil ideal untuk kebutuhan lini belakang skuad Garuda.
- Instagram @lucmarijnissen
Sepanjang musim ini, Marijnissen telah mencatatkan 24 penampilan dan menyumbang satu gol untuk Dender di kompetisi domestik Belgia.
Performa stabilnya berdampak langsung pada valuasi pasar yang kini menyentuh angka 1,20 juta euro atau sekitar Rp20 miliar.
Bek kelahiran Roosendaal, Belanda, 9 Januari 2003 itu dikenal kuat dalam duel udara, disiplin menjaga garis pertahanan, serta memiliki distribusi bola yang rapi dari lini belakang.
Karakter tersebut sejalan dengan kebutuhan Timnas Indonesia yang tengah membangun pertahanan lebih solid di era John Herdman.
- Instagram @lucmarijnissen
Berdasarkan laporan media Belgia dan statistik kompetisi, ia juga menjadi salah satu pemain dengan persentase duel udara sukses tertinggi di klubnya musim ini.
Yang membuat namanya semakin menarik tentu faktor keturunan. Marijnissen memiliki garis darah Indonesia dari keluarga besar.
Kakeknya berasal dari Jakarta, sementara neneknya asli Surabaya.
Fakta ini sempat mencuri perhatian pada Mei 2025 ketika pemilik Dender menyapanya menggunakan bahasa Jawa, momen yang kemudian viral di kalangan suporter Indonesia.
Secara regulasi, situasi tersebut membuka peluang administratif apabila proses naturalisasi benar-benar dipertimbangkan.
Perjalanan karier Marijnissen tidak instan. Ia menimba ilmu di akademi BSC Roosendaal dan NAC Breda sebelum memutuskan hijrah ke Belgia pada 2023 untuk memperkuat KSK Lierse Kempenzonen.
Dua musim impresif bersama Lierse membuat Dender berani menebusnya dengan nilai transfer sekitar 300 ribu euro pada awal 2025. Keputusan itu terbukti tepat.
Sejak bergabung, ia langsung berkembang menjadi pilar utama di lini belakang. Konsistensinya membuat namanya mulai diperhitungkan di kasta tertinggi Belgia.