- instagram.com/garudayaksafc.official/
Lama Hilang dari Timnas Indonesia, Pemain yang Pernah Dipuji Legenda Inter Milan Ini Bersinar dan Jadi Raja Assist di Klub Milik Presiden RI
Jakarta, tvOnenews.com – Eks pemain Timnas Indonesia yang pernah mendapat pujian dari legenda Inter Milan ini kembali mencuri perhatian. Andik Vermansah kini menjelma menjadi raja assist mematikan di klub milik Presiden RI.
Banyak penggemar sepak bola nasional mungkin mulai merindukan sosok winger lincah yang dulu dijuluki “Lionel Messi dari Asia” di kasta tertinggi. Mantan andalan Timnas Indonesia asal Jember, Jawa Timur, itu memang sudah cukup lama tak lagi menghiasi panggung utama sepak bola Tanah Air.
Meski usianya kini menginjak 34 tahun, Andik Vermansah rupanya masih menyimpan sentuhan magis yang tak bisa dianggap remeh. Pengalaman panjangnya justru menjadi senjata utama yang membuatnya tetap kompetitif di tengah persaingan yang kian ketat.
Bakat pemain berpostur 163 sentimeter itu mulai mencuri perhatian saat menimba ilmu di tim junior Persebaya Surabaya pada 2005. Namanya melejit ketika menembus tim senior pada 2008 berkat aksi individu yang kerap membuat lini pertahanan lawan pontang-panting.
Kecepatan dan kelincahannya di sisi sayap menjadikan Andik momok bagi siapa pun yang menghadapinya. Ia dikenal berani berduel satu lawan satu dan piawai mengirim umpan matang ke jantung pertahanan lawan.
Performa apik di kompetisi domestik membawanya merantau ke Malaysia untuk mencari tantangan baru. Ia pernah memperkuat Selangor FC pada 2013 dan Kedah FA pada 2018, merasakan atmosfer persaingan yang tak kalah sengit.
Di level tim nasional, kontribusinya juga tak bisa dipandang sebelah mata. Ia turut mempersembahkan medali perak SEA Games 2011 dan 2013, serta membawa Indonesia menjadi runner-up Piala AFF 2016.
- Instagram/@andikvermansah
Kualitas Andik bahkan sempat mendapat pengakuan dari legenda Inter Milan, Esteban Cambiasso, dalam laga persahabatan pada 2012. Seusai pertandingan, Cambiasso menghampirinya untuk bertukar jersey sekaligus melontarkan pujian atas performa sang winger.
Momen itu menjadi kenangan berharga dalam perjalanan kariernya. Apalagi sebelumnya ia juga sempat bertukar jersey dengan megabintang David Beckham, sebuah pengalaman yang sulit dilupakan.
Bersama Timnas Indonesia, Andik mencatatkan 24 penampilan resmi dengan torehan satu gol dan delapan assist. Namun sejak 2019, namanya perlahan tersisih dari daftar panggilan seiring proses regenerasi yang dilakukan di tubuh tim nasional.
Meski tak lagi mengenakan seragam Merah Putih, performanya di level klub justru kembali mencuri perhatian. Berdasarkan data Transfermarkt, ia tampil impresif bersama Garudayaksa FC di kompetisi Liga 2 musim ini.
Dari 17 penampilan, Andik mengoleksi 11 assist dan satu gol yang membuatnya memuncaki daftar assist sementara. Catatan tersebut menegaskan bahwa visi bermain dan ketenangannya dalam membaca situasi masih berada di level yang sangat kompetitif.
Garudayaksa FC yang diketahui dimiliki Presiden RI, Prabowo Subianto, kini kokoh di puncak klasemen sementara Liga 2 Grup 1 dengan 33 poin. Mereka unggul tiga angka atas Adhyaksa Banten yang terus menempel ketat di posisi kedua.
Kebangkitan Andik di usia yang tak lagi muda menjadi cerita menarik di tengah dinamika sepak bola nasional. Pengalamannya seolah membuktikan bahwa kualitas dan determinasi tak luntur oleh waktu.
Lantas, akankah sentuhan magis sang raja assist Liga 2 ini kembali dilirik pelatih untuk memperkuat skuad Garuda di turnamen mendatang?
(sub)