- Antara
Dulu Langganan Timnas Indonesia, Kini Terpinggirkan! 4 Bintang Garuda yang Kariernya Meredup Drastis
tvOnenews.com - Perjalanan karier pesepak bola tak selalu berjalan mulus. Ada fase ketika seorang pemain berada di puncak performa dan langganan memperkuat Timnas Indonesia.
Namun, ada pula masa sulit ketika cedera, inkonsistensi, hingga persaingan ketat membuat mereka perlahan tersingkir dan harus mencari tempat baru di klub yang levelnya tak lagi sama.
Sejumlah nama yang pernah menjadi andalan skuad Garuda kini justru berjuang mengembalikan sentuhan terbaiknya.
Mereka sempat bersinar di kompetisi kasta tertinggi Indonesia, bahkan dipercaya membela tim nasional di berbagai kelompok usia.
Sayangnya, grafik performa yang menurun membuat perjalanan karier mereka berubah arah.
Berikut empat pemain yang pernah jadi tumpuan Timnas Indonesia, namun kini harus menerima kenyataan pahit bermain di klub dengan sorotan yang tak sebesar dulu.
Bersama Persib Bandung, ia menjelma menjadi salah satu winger paling berbahaya di Liga 1. Konsistensinya bersama Maung Bandung mengantarkannya menembus Timnas Indonesia, baik di level U-23 maupun senior.
Febri mencatatkan 21 penampilan bersama Timnas U-23 dan menyumbang dua gol.
Di tim senior, ia melakoni debut pada Maret 2017 dan mengoleksi 19 caps di berbagai ajang internasional.
Dalam beberapa periode, ia menjadi pilihan utama di sektor sayap skuad Merah Putih.
Namun, cedera menjadi titik balik kariernya. Memasuki musim 2023/2024, Febri mulai kehilangan tempat utama di Persib.
Persaingan yang makin ketat serta kondisi fisik yang belum sepenuhnya kembali membuatnya kesulitan menemukan ritme permainan.
Situasi itu berujung pada keputusan peminjaman ke Persis Solo — pengalaman pertama Febri membela klub selain Persib sepanjang karier profesionalnya.
Di usia 30 tahun, Febri masih punya peluang bangkit. Namun, waktu jelas bukan lagi sekutunya seperti saat ia masih berstatus rising star.
Rezaldi Hehanussa pernah menjadi ikon bek kiri modern Indonesia.
Namanya melambung bersama Persija Jakarta saat usianya masih muda.
Performa impresifnya membuatnya dipercaya memperkuat Timnas U-23 era pelatih Luis Milla.
Ia ambil bagian dalam Kualifikasi Piala Asia U-23 2018, SEA Games 2017, hingga Asian Games 2018. Rezaldi juga menjalani debut bersama tim senior pada 2017 dan sempat digadang sebagai solusi jangka panjang di posisi bek kiri.
Akan tetapi, cedera lutut parah mengubah segalanya. Ia harus menepi cukup lama, kehilangan momentum emas dalam kariernya.
Setelah sempat bergabung dengan Persib Bandung, performanya belum benar-benar stabil. Cedera kembali menghantui dan membuatnya kesulitan bersaing.
Kini Rezaldi menjalani masa peminjaman di Persik Kediri.
Meski belum sepenuhnya kembali ke level terbaik, pengalaman dan jam terbangnya masih menjadi modal berharga untuk bangkit.
Ilham Udin Armaiyn pernah menjadi bagian dari generasi emas muda Indonesia bersama Evan Dimas. Keduanya bahkan sempat merasakan pengalaman berkarier di luar negeri bersama Selangor FC.
Sebagai winger lincah asal Ternate, Ilham dikenal memiliki kecepatan dan keberanian dalam duel satu lawan satu.
Ia mengoleksi 13 caps bersama Timnas U-23 dan enam caps di level senior.
Pada masa jayanya, ia disebut sebagai salah satu aset masa depan sepak bola Indonesia.
Namun, inkonsistensi performa menjadi kendala utama. Ilham kerap berpindah klub dalam beberapa musim terakhir.
Ia memang sempat memperkuat tim-tim besar seperti Arema FC dan Malut United, tetapi tak benar-benar menjadi pilihan utama dalam jangka panjang.
Musim ini, pemain berusia 29 tahun tersebut membela PSBS Biak.
Syahrian Abimanyu sempat diproyeksikan sebagai gelandang masa depan Timnas Indonesia.
Ia mencuri perhatian sejak muda bersama Sriwijaya FC dan kemudian melanjutkan kiprah di Madura United FC.
Kariernya bahkan menembus luar negeri setelah direkrut Johor Darul Ta'zim FC dan sempat berstatus pemain Newcastle Jets FC di A-League.
Di level internasional, Abi menjadi bagian penting Timnas U-19 dan U-23 era Indra Sjafri, lalu naik ke tim senior di bawah asuhan Shin Tae-yong dengan torehan 11 caps.
Namun, perkembangan kariernya tidak sepenuhnya linear. Minimnya menit bermain di luar negeri serta perubahan dinamika di tim nasional membuat posisinya perlahan tergeser.
Kini, di usia 26 tahun, ia memperkuat Persik Kediri dan masih berupaya menemukan kembali konsistensi yang dulu membuatnya dipuji sebagai gelandang masa depan.
(tsy)