- PSSI
4 Nama Lama Terlupakan yang Bisa Kembali Ambil Tempatnya di Timnas Indonesia Era John Herdman
tvOnenews.com - Deretan wajah lama yang pernah menghiasi Timnas Indonesia ini semestinya bisa kembali mengambil tempat mereka setelah kedatangan John Herdman.
Sebelumnya, para pemain ini bisa dibilang terlupakan lantaran sempat menepi ketika Shin Tae-yong maupun Patrick Kluivert melatih Timnas Indonesia.
Jelang FIFA Series 2026 yang akan jadi ajang debut John Herdman bersama Timnas Indonesia, muncul pertanyaan soal siapa saja skuad yang dipilih sang pelatih.
Bisa saja, pemilihan komposisi skuad John Herdman memiliki perbedaan di antara pelatih sebelumnya yakni Shin Tae-yong ataupun Patrick Kluivert.
Tidak dapat dipungkiri bahwa John Herdman kabarnya telah menghubungi 60 pemain yang nantinya akan dia pilih dan seleksi ketat untuk Timnas Indonesia.
Tapi tidak menutup kemungkinan juga jika ada wajah-wajah lama yang bakal kembali memperkuat tim Merah-putih era kepelatihan John Herdman.
Wajah lama ini sebelumnya agak sulit balik ke Timnas Indonesia lantaran ditepikan oleh dua pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong hingga Patrick Kluivert.
Lalu, siapa saja wajah-wajah lama yang bisa kembali ke Timnas Indonesia setelah kedatangan John Herdman?
1. Ezra Walian
Sejak menyandang status WNI pada 2017, Ezra Walian telah memperkuat Timnas Indonesia yang ketika itu dinahkodai oleh Luis Milla dalam gelaran Asian Games 2018.
Lulusan akademi Ajax Amsterdam itu juga sempat dipanggil Shin Tae-yong ke Timnas Indonesia, termasuk di Piala AFF 2021. Namun setelahnya, ia tak pernah kembali.
Kini, Ezra Walian membuktikan kualitasnya di level klub. Memimpin Persik Kediri di Super League, dia telah catatkan 6 gol dan 8 assist dari 20 laga, jadi pemain lokal tersubur.
Ezra Walian bisa menambah pundi-pundi golnya dari yang hanya tiga gol dalam sembilan laga andai dirinya diberi kesempatan kedua oleh John Herdman.
2. Pratama Arhan
Tak tergantikan di era Shin Tae-yong, Pratama Arhan malah terpinggirkan ketika Timnas Indonesia menugaskan Patrick Kluivert untuk ambil alih komando.
Padahal, kehadiran Pratama Arhan biasanya dapat memecah kebuntuan Timnas Indonesia melalui senjata andalannya yaitu lemparan jauh ke arah kotak penalti lawan.