- Instagram @saudint
Bukan Cuma Timnas Indonesia, 4 Negara Ini yang Bisa Gantikan Iran di Piala Dunia 2026
tvOnenews.com - Peluang mundurnya Timnas Iran dari Piala Dunia 2026 memunculkan spekulasi besar di kancah sepakbola internasional.
Situasi geopolitik yang memanas di Timur Tengah disebut menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi keputusan akhir Team Melli.
Presiden Federasi Sepakbola Iran, Mehdi Taj, bahkan tidak menutup kemungkinan negaranya batal tampil di ajang empat tahunan tersebut.
“Dengan apa yang terjadi hari ini dan dengan serangan dari Amerika Serikat, kecil kemungkinan kami bisa menatap Piala Dunia (2026). Para pejabat olahraga (di Iran) yang harus memutuskan soal itu,” kata Mehdi Taj, dikutip dari Sportbible.
Sebagaimana diketahui, Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Iran sendiri dijadwalkan memainkan seluruh laga fase grup di Amerika Serikat.
Dalam pembagian grup, Iran berada di Grup G bersama Timnas Selandia Baru, Timnas Belgia, dan Timnas Mesir.
Pertandingan mereka rencananya digelar di Los Angeles dan Seattle.
Jika Iran benar-benar mundur, FIFA sebagai otoritas tertinggi sepakbola dunia tentu harus mencari pengganti.
Mengacu pada regulasi FIFA dalam kasus pengunduran diri peserta turnamen besar, slot biasanya diberikan kepada tim dengan performa terbaik berikutnya di jalur kualifikasi yang sama, dalam hal ini zona Asia (AFC).
Berikut empat negara yang berpotensi mengisi kekosongan tersebut.
1. Irak
Timnas Irak menjadi kandidat terdepan. Irak tercatat sebagai salah satu tim Asia yang melaju paling jauh dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona AFC namun belum mengamankan tiket otomatis.
Irak dijadwalkan tampil di playoff antarkonfederasi pada Maret 2026 menghadapi pemenang laga Suriname kontra Bolivia.
Jika Iran mundur dan FIFA menunjuk Irak sebagai pengganti langsung, maka mereka tak perlu lagi menjalani fase playoff tersebut.
Secara performa, Irak menunjukkan konsistensi dalam beberapa tahun terakhir, termasuk keberhasilan menembus fase-fase akhir kualifikasi Asia.
2. Uni Emirat Arab (UEA)
Opsi berikutnya adalah Timnas Uni Emirat Arab. UEA juga melangkah cukup jauh dalam sistem kualifikasi Asia dan masih berada dalam jalur kompetitif hingga fase lanjutan.
Jika Irak menolak atau tidak ditunjuk sebagai pengganti, UEA bisa menjadi alternatif.
Skenario lain, apabila Irak naik menggantikan Iran, maka posisi Irak di playoff antarkonfederasi berpotensi diisi UEA.
Pengalaman UEA tampil di Piala Dunia 1990 menjadi nilai tambah tersendiri dari segi historis dan kesiapan manajerial.
3. Oman
Timnas Oman juga masuk dalam radar. Oman tampil di babak keempat kualifikasi zona Asia dan mampu mencuri poin penting, meski belum cukup untuk mengamankan tiket otomatis.
Sebagai salah satu tim yang menunjukkan peningkatan performa dalam satu dekade terakhir, Oman dapat dipertimbangkan apabila dua kandidat sebelumnya tidak tersedia.
4. Indonesia
Nama terakhir yang ikut disebut adalah Timnas Indonesia. Meski peluangnya paling kecil dibanding tiga negara lain, Indonesia tetap masuk hitungan karena berhasil mencapai babak keempat kualifikasi zona Asia.
Namun, Indonesia gagal meraih poin di fase tersebut sehingga tidak dapat melanjutkan perjuangan menuju putaran final.
Secara regulasi, peluang Indonesia terbuka hanya jika tiga kandidat sebelumnya tidak bisa atau tidak ditunjuk.
Bagi Indonesia, wacana ini tentu menjadi angin segar, meskipun masih sangat bergantung pada banyak faktor, termasuk keputusan resmi FIFA dan situasi politik global.
(tsy)