news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pemain Timnas Indonesia U-20, Rafa Abdurahman.
Sumber :
  • ANTARA/Naufal Ammar Imaduddin

Debut di Timnas Indonesia, Calon Penerus Jay Idzes Berusia 18 Tahun Ini Girang Dapat Kesempatan TC Bersama Garuda Muda

Pemain muda Rafa Raditya Abdurahman tengah menikmati momen penting dalam perjalanan kariernya bersama Timnas Indonesia U-20. Bek berusia 18 tahun itu bersyukur.
Sabtu, 14 Maret 2026 - 10:39 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pemain muda Rafa Raditya Abdurahman tengah menikmati momen penting dalam perjalanan kariernya bersama Timnas Indonesia U-20. Bek berusia 18 tahun itu mengaku bersyukur mendapat kesempatan menjalani pemusatan latihan bersama skuad Garuda Muda di Surabaya.

Kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi Rafa yang baru pertama kali dipanggil memperkuat tim nasional kelompok usia. Ia pun tak bisa menyembunyikan rasa bangganya karena dipercaya oleh pelatih kepala yang juga legenda timnas, Nova Arianto.

“Alhamdulillah bisa dipercaya sama Coach Nova. Rafa sendiri cuma kasih yang terbaik di liga, kalau bisa dipanggil tim nasional itu bonus,” ujar Rafa, dikutip dari Antara.

Bagi Rafa, pemanggilan ke tim nasional merupakan kesempatan yang tidak datang setiap saat. Karena itu, ia bertekad memanfaatkan momen tersebut dengan menunjukkan kemampuan terbaik selama menjalani program latihan.

Selama sekitar dua pekan menjalani training camp, Rafa dan rekan-rekannya mulai diperkenalkan dengan filosofi permainan yang diterapkan di tim nasional. Menurutnya, konsep tersebut juga diselaraskan dengan pola permainan yang digunakan oleh tim senior.

“Di awal dua minggu ini kami diperkenalkan filosofi tim senior. Jadi dari tim senior ke U-20 itu sama,” jelas pemain yang saat ini membela Persija Jakarta tersebut.

Dalam program latihan tersebut, para pemain tidak hanya mempelajari taktik permainan. Mereka juga menjalani berbagai sesi latihan yang berfokus pada peningkatan kekuatan fisik serta kesiapan mental.

“Coach Nova kasih cara defending, cara attacking, dan ada juga latihan fisik di gym,” kata Rafa. Ia menilai metode latihan yang diterapkan cukup intens, tetapi sangat membantu meningkatkan kualitas pemain muda.

Rafa juga mengungkapkan bahwa pelatih menuntut setiap pemain untuk menunjukkan sikap disiplin selama menjalani pemusatan latihan. Para pemain diminta bekerja keras dan memanfaatkan kesempatan yang diberikan.

Menurutnya, pelatih tidak ingin ada pemain yang menjalani latihan dengan setengah hati. Setiap pemain harus menunjukkan keseriusan untuk bisa bertahan di skuad tim nasional.

“Coach Nova mau pemain yang agresif dan mau kerja. Dia tidak mau pemain yang hanya bercanda atau buang-buang waktu di sini,” ujarnya.

Di balik perjalanan Rafa menuju tim nasional, ada sosok yang tidak asing di dunia sepak bola Indonesia. Ia merupakan putra dari mantan bek timnas sekaligus legenda sepak bola nasional, Maman Abdurahman.

Meski demikian, Rafa menegaskan bahwa ia tidak ingin terbebani oleh nama besar keluarganya. Baginya, kesempatan bermain di tim nasional harus diperjuangkan melalui kerja keras di lapangan.

“Kalau Rafa sih tidak ada beban. Yang penting kasih yang terbaik saja di lapangan,” tuturnya.

Dengan usia yang masih sangat muda dan posisi sebagai bek tengah, Rafa digadang-gadang sebagai salah satu talenta masa depan lini pertahanan Indonesia. Kemampuannya pun diharapkan bisa menjadi penerus Jay Idzes untuk mengawal barisan belakang skuad Garuda.

Meski jalan menuju level tertinggi masih panjang, Rafa memilih fokus menjalani proses yang ada. Baginya, kesempatan belajar dari para pelatih dan sosok berpengalaman di sekitarnya menjadi bekal penting untuk terus berkembang bersama tim nasional.

(sub)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:55
01:48
03:02
04:57
01:21
02:42

Viral