- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Jelang FIFA Series 2026, Bung Ropan Nilai Masalah Timnas Indonesia Belum Selesai di Dua Posisi Ini
tvOnenews.com - Persiapan Timnas Indonesia menghadapi FIFA Series 2026 terus menjadi sorotan.
Meski skuad Garuda sudah mulai menjalani pemusatan latihan, sejumlah pengamat menilai masih ada kelemahan di beberapa sektor penting, terutama lini tengah dan lini depan.
Pengamat sepak bola nasional Ronny Pangemanan atau yang akrab disapa Bung Ropan menyebut dua posisi tersebut masih menjadi pekerjaan rumah bagi tim nasional.
Menurutnya, kebutuhan pemain baru sebenarnya sudah disadari oleh federasi.
Namun, proses penambahan pemain melalui jalur naturalisasi tidak bisa dilakukan secara instan, sehingga hampir dipastikan tidak akan selesai sebelum FIFA Series 2026 yang berlangsung pada 27–30 Maret.
Dalam persiapan menghadapi turnamen tersebut, John Herdman telah memanggil 41 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan.
Mayoritas pemain yang dipanggil merupakan wajah lama di skuad Garuda.
Salah satu nama yang kembali masuk daftar adalah Elkan Baggott, yang mendapat kesempatan kembali setelah lebih dari dua tahun absen dari tim nasional.
- Instagram Elkan Baggott
FIFA Series 2026 sendiri akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Turnamen ini menghadirkan empat negara dari konfederasi berbeda.
Selain Indonesia sebagai tuan rumah, turnamen tersebut juga akan diikuti oleh Timnas Bulgaria dari zona UEFA, Timnas Kepulauan Solomon dari OFC, serta Timnas Saint Kitts and Nevis dari CONCACAF.
Menurut Bung Ropan, sektor lini depan masih menjadi perhatian karena belum ada striker yang benar-benar ideal untuk berduet dengan Ole Romeny.
Ia mengungkapkan bahwa PSSI sebenarnya sedang mengupayakan tambahan amunisi melalui program naturalisasi pemain diaspora.
“PSSI sedang mengupayakan untuk menambah amunisi dalam skuad Garuda kita. Kalau bicara menambah amunisi, pasti ini soal penambahan pemain diaspora,” ujar Ropan melalui kanal YouTube pribadinya.
Namun hingga saat ini, identitas pemain yang tengah diincar belum dipublikasikan secara resmi oleh federasi.
Bung Ropan menyebut ada dua pemain yang sedang diproses untuk dinaturalisasi. Keduanya disebut berkarier di Eropa.
Meski begitu, proses administrasi naturalisasi memerlukan waktu karena harus melewati sejumlah tahapan, termasuk persetujuan di parlemen.
- PSSI
“Jadi ada dua pemain naturalisasi yang sedang dibidik. Nama-namanya belum beredar. Tetapi satu di antaranya sedang diproses agar dalam beberapa bulan ke depan bisa masuk ke DPR RI,” jelas Ropan.
Ia juga menegaskan bahwa tambahan pemain kemungkinan besar akan difokuskan pada sektor lini tengah dan striker.
Menurut Ropan, kebutuhan pemain di lini pertahanan saat ini tidak terlalu mendesak.
Stok pemain belakang dianggap sudah cukup, terutama setelah kembalinya Elkan Baggott ke skuad Garuda.
Karena itu, fokus penambahan pemain melalui naturalisasi lebih diarahkan ke sektor tengah dan depan.
Selain faktor kebutuhan taktis, usia beberapa pemain di lini tengah juga menjadi pertimbangan.
Ropan menyinggung nama Thom Haye yang dipastikan tidak bermain di FIFA Series kali ini, serta Joey Pelupessy yang juga sudah memasuki usia 30 tahun.
Hal ini membuat regenerasi di lini tengah menjadi hal penting bagi Timnas Indonesia untuk jangka panjang.
Dengan jadwal FIFA Series yang sudah sangat dekat, Bung Ropan menilai hampir mustahil proses naturalisasi pemain baru dapat selesai tepat waktu.
Pernyataan tersebut juga sejalan dengan penjelasan dari Exco PSSI Arya Sinulingga yang menyebut bahwa penambahan pemain naturalisasi dalam waktu dekat sulit dilakukan.
Karena itu, kemungkinan besar pemain baru tersebut baru bisa bergabung pada agenda FIFA Matchday berikutnya, yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan tahun.
Langkah naturalisasi ini juga disebut sebagai bagian dari persiapan jangka panjang Timnas Indonesia menghadapi berbagai turnamen besar mendatang, termasuk Piala Asia 2027 dan kualifikasi Piala Dunia 2030. (adk)