- PSSI
Meski Ranking di Bawah, John Herdman Wanti-wanti Timnas Indonesia soal Bahaya Saint Kitts and Nevis
tvOnenews.com - Pertandingan FIFA Series 2026 menjadi momen penting bagi Timnas Indonesia, terutama karena laga ini menjadi debut bagi pelatih anyar, John Herdman.
Dalam laga tersebut, skuad Garuda akan menghadapi Saint Kitts and Nevis, tim asal Karibia yang secara ranking berada jauh di bawah Indonesia.
Berdasarkan rilis resmi FIFA per 19 Maret 2026, Saint Kitts and Nevis menempati posisi ke-154 dunia.
Sementara itu, Timnas Indonesia berada di peringkat ke-121 dunia. Secara statistik, Indonesia jelas lebih unggul.
Namun, Herdman justru memberikan peringatan keras agar para pemain tidak meremehkan lawan.
Dalam dunia sepak bola, perbedaan ranking sering kali dijadikan patokan kekuatan tim.
Namun, John Herdman menegaskan bahwa angka di atas kertas tidak selalu mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Saint Kitts and Nevis memang menjadi tim dengan ranking terendah di antara peserta FIFA Series 2026.
Bahkan, posisi mereka berada di bawah Kepulauan Solomon dan Indonesia. Meski begitu, Herdman menilai bahwa tim berjuluk The Sugar Boyz tersebut memiliki kualitas permainan yang tidak bisa dianggap remeh.
- St. Kitts and Nevis Football Association
Hal ini bukan tanpa alasan. Pengalaman pribadi Herdman saat melatih timnas Kanada menjadi bukti nyata bahwa Saint Kitts and Nevis mampu memberikan perlawanan sengit.
John Herdman mengingat kembali momen saat timnas Kanada menghadapi Saint Kitts and Nevis pada tahun 2019. Dalam laga tersebut, Kanada hanya mampu menang tipis 1-0.
Gol kemenangan bahkan baru tercipta menjelang akhir babak pertama melalui sundulan Atiba Hutchinson.
Skor tipis tersebut menunjukkan bahwa Saint Kitts and Nevis bukan tim yang mudah dikalahkan, meski secara ranking berada jauh di bawah.
Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bagi Herdman. Ia tidak ingin kesalahan yang sama terjadi saat dirinya kini menangani Timnas Indonesia.
Menurut John Herdman, Saint Kitts and Nevis memiliki gaya bermain yang cukup khas.
Tim ini dikenal mengandalkan kekuatan fisik, kecepatan, serta transisi permainan yang cepat dari bertahan ke menyerang.