news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman.
Sumber :
  • tvOnenews.com - Ilham Giovanni

Ngeri Lihat Bulgaria Menang 10-2, John Herdman Peringatkan Penyakit Timnas Indonesia Jelang Final FIFA Series 2026

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan pentingnya kewaspadaan saat hadapi Bulgaria di final FIFA Series 2026. Ia menyoroti krusialnya 15 menit awal.
Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:33 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan pentingnya kewaspadaan tinggi saat menghadapi Bulgaria di final FIFA Series 2026. Ia secara khusus menyoroti krusialnya 15 menit pertama yang dinilai bisa menjadi penentu jalannya pertandingan.

Menurut Herdman, tim asuhannya tidak boleh mengulang kesalahan yang terjadi di laga sebelumnya. Ia menilai awal pertandingan harus dimaksimalkan dengan pendekatan taktis yang disiplin serta mentalitas yang lebih kuat.

Peringatan tersebut muncul setelah Timnas Indonesia meraih kemenangan 4-0 atas Saint Kitts and Nevis. Laga itu digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Jumat (27/03/2026) malam WIB.

Bermain di hadapan sekitar 26 ribu suporter, Tim Garuda tampil penuh percaya diri sejak peluit awal dibunyikan. Dukungan dari tribun memberikan dorongan besar bagi para pemain untuk tampil menekan.

Secara permainan, Indonesia mampu mengontrol jalannya laga dengan dominasi yang cukup jelas. Jay Idzes dan rekan-rekannya tampil solid di berbagai lini.

Berdasarkan data statistik, Indonesia mencatatkan 61 persen penguasaan bola. Angka tersebut jauh mengungguli Saint Kitts and Nevis yang hanya membukukan 39 persen.

Dari sisi peluang, Tim Garuda juga tampil lebih agresif. Total 16 tembakan dilepaskan, dengan 10 di antaranya mengarah tepat ke gawang lawan.

Timnas Indonesia Vs Saint Kitts and Nevis
Sumber :
  • Kitagaruda.id

Sebaliknya, Saint Kitts and Nevis kesulitan menembus pertahanan Indonesia. Mereka hanya mampu menciptakan satu peluang yang bahkan tidak mengarah ke sasaran.

Dominasi tersebut berujung pada kemenangan telak tanpa balas. Timnas Indonesia menutup pertandingan dengan skor meyakinkan 4-0.

Dua gol kemenangan dicetak oleh Beckham Putra pada menit ke-15 dan 25. Sementara dua gol lainnya disumbangkan Ole Romeny pada menit ke-53 serta Mauro Zijlstra pada menit ke-75.

Kemenangan tersebut memastikan langkah Indonesia ke final FIFA Series 2026 edisi Indonesia. Di partai puncak, mereka akan menghadapi Timnas Bulgaria yang tampil impresif.

Bulgaria sebelumnya sukses membantai Kepulauan Solomon dengan skor mencolok 10-2. Hasil itu menjadi sinyal kuat bahwa lawan yang akan dihadapi Indonesia bukan tim sembarangan.

Final FIFA Series 2026 rencananya kembali digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Senin (30/03/2026) malam WIB. Laga tersebut diprediksi berlangsung sengit sejak menit pertama.

"Menurut saya, persiapan untuk kedua tim dalam menghadapi satu sama lain sangat berbeda dibandingkan malam ini. Timnas Bulgaria menghadapi lawan yang sangat terbuka, yakni Kepulauan Solomon," ujar Herdman, Jumat (27/3/2026).

"Kami menghadapi tim yang lebih kompak dan rapat seperti Saint Kitts and Nevis. Jadi persiapan ini sangat berbeda, sehingga sulit untuk menerapkan apa yang perlu ditingkatkan karena karakter lawannya pun berbeda," tambahnya.

Herdman kembali menekankan pentingnya pendekatan yang tepat sejak awal laga. Ia tidak ingin timnya kehilangan momentum hanya karena start yang kurang maksimal.

"Saya merasa pada 15 menit pertama melawan Saint Kitts and Nevis, tim ini dalam beberapa periode terlalu bersemangat. Para pemain cenderung bermain sendiri-sendiri dalam momen tertentu," jelas Herdman.

"Jika kami melakukan itu melawan Bulgaria, kami bisa dihukum dalam 10 menit pertama. Mereka akan memanfaatkan celah tersebut, jadi kami harus berkomitmen pada rencana taktis sejak awal pertandingan," sambungnya.

Lebih lanjut, pelatih asal Inggris tersebut meminta para pemainnya tampil fokus sejak menit pertama. Ia menegaskan pentingnya kekompakan di dalam tim.

Ia juga menyoroti pentingnya koneksi antarpemain di lapangan, terutama pada fase awal pertandingan. Hal itu dinilai krusial untuk menjaga ritme permainan.

"Kami tidak bisa menunggu 10 hingga 15 menit untuk mulai menyatu. Jadi dalam 15 menit pertama, kami harus tampil lebih kuat dengan mentalitas yang tepat karena jika tidak, kami akan dihukum," pungkasnya.

(igp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:43
01:51
03:52
00:58
02:11
02:23

Viral