- tvonenews.com - Ilham Giovani
Omongan Berkelas Kevin Diks Jelang Timnas Indonesia Lawan Bulgaria di Final FIFA Series 2026: Bola Itu Bundar
Jakarta, tvOnenews.com - Bek Timnas Indonesia, Kevin Diks, memancarkan keyakinan tinggi menjelang partai puncak FIFA Series 2026. Ia menilai Skuad Garuda memiliki kesempatan besar untuk menaklukkan Bulgaria, terutama bermain di kandang sendiri.
Menurutnya, bermain di kandang bukan sekadar keuntungan teknis, tetapi juga faktor psikologis yang bisa memberi dorongan ekstra. Dukungan penuh suporter diyakini mampu meningkatkan performa tim sepanjang pertandingan.
Final FIFA Series kali ini memang menghadirkan tantangan yang tidak ringan. Bulgaria hadir sebagai lawan dengan kualitas dan pengalaman yang jauh lebih teruji di level internasional.
Jika dibandingkan dengan pertandingan sebelumnya, situasinya jelas berbeda. Timnas Indonesia sebelumnya menghadapi St. Kitts and Nevis yang secara level dinilai berada di bawah Bulgaria.
Meski menghadapi lawan tangguh, Kevin Diks tidak menunjukkan keraguan. Ia justru melihat laga ini sebagai kesempatan untuk membuktikan bahwa Timnas Indonesia mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
Bek yang bermain untuk Borussia Monchengladbach itu menekankan bahwa kekuatan Timnas Indonesia saat bermain di kandang tidak bisa dianggap remeh. Ia percaya lawan akan kesulitan menghadapi tekanan dari atmosfer stadion.
"Tentu saja, tentu saja (optimistis meraih kemenangan). Sepak bola itu, bola itu bundar, segalanya bisa saja terjadi di sepak bola dan kami bermain di kandang," ujar Diks, Minggu (30/3/2026).
"Dan saya pikir sangat sulit untuk mengalahkan kami di kandang dan ini adalah waktunya untuk menunjukkan hal tersebut. Ini adalah laga besar untuk kami, tantangan besar, dan saya pikir seluruh anggota tim sangat siap menghadapi hal ini," tambahnya.
Bulgaria dikenal sebagai tim dengan karakter permainan yang disiplin dan kuat secara organisasi. Hal ini membuat laga final diperkirakan berlangsung ketat dan penuh tekanan.
Namun, perbedaan kualitas tersebut tidak membuat mental pemain Indonesia ciut. Sebaliknya, kondisi itu justru memantik motivasi untuk menciptakan pencapaian besar.
Kevin Diks juga menilai bahwa kualitas yang dimiliki Timnas Indonesia layak diuji melawan tim Eropa. Ia ingin timnya menunjukkan bahwa mereka mampu tampil kompetitif di panggung internasional.