news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Timnas Indonesia akan hadapi Bulgaria di final FIFA Series 2026.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

Netizen Berbondong-bondong Komentari Starting Eleven Timnas Indonesia vs Bulgaria: Pria Nomer 9 Itu Lagi

Starting eleven Timnas Indonesia vs Bulgaria picu reaksi netizen, terutama keputusan memainkan Ramadhan Sananta lagi di final FIFA Series 2026.
Senin, 30 Maret 2026 - 20:02 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Laga final FIFA Series 2026 antara Timnas Indonesia dan Bulgaria national football team langsung memicu reaksi luas, bahkan sebelum peluit kick-off dibunyikan.

Penyebabnya tak lain adalah rilis susunan pemain yang diumumkan jelang pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (30/3/2026) pukul 20.00 WIB.

Pelatih John Herdman membuat sejumlah perubahan signifikan dibanding laga semifinal.

Nama-nama besar seperti Maarten Paes, Elkan Baggott, Jordi Amat, Dony Tri Pamungkas, hingga Beckham Putra Nugraha harus memulai laga dari bangku cadangan.

Sebagai gantinya, Herdman menurunkan wajah-wajah berbeda seperti Emil Audero di bawah mistar, serta Justin Hubner, Joey Pelupessy, Nathan Tjoe-A-On, dan Ragnar Oratmangoen di lini utama.

Susunan Pemain Timnas Indonesia

Dalam formasi 3-4-2-1, Indonesia turun dengan komposisi:

Emil Audero; Rizky Ridho, Jay Idzes, Justin Hubner; Calvin Verdonk, Joey Pelupessy, Kevin Diks, Nathan Tjoe-A-On; Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny; Ramadhan Sananta.

Keputusan paling disorot tentu tetap memasang Ramadhan Sananta sebagai ujung tombak, meski pada laga sebelumnya belum mencatatkan gol.

Tak butuh waktu lama, lini masa media sosial langsung dipenuhi komentar netizen. 

Banyak yang mempertanyakan keputusan Herdman mempertahankan Sananta sebagai starter.

"sananta again haha."

"Haduh sananta lagi."

"pria nomer 9 itu lagi."

"Maaf ga mau hujat,tp knp sananta."

"Ayo Sananta buktikan."

Komentar tersebut mencerminkan ekspektasi tinggi publik terhadap lini depan Timnas Indonesia, terutama di laga sepenting final.

Di balik keputusan tersebut, Herdman tampaknya memiliki pertimbangan taktis.

Ia ingin menghadirkan keseimbangan antara kekuatan fisik, mobilitas, dan kemampuan menekan sejak awal laga.

Selain itu, Indonesia diprediksi akan menghadapi tekanan besar dari Bulgaria yang dikenal kuat secara fisik dan disiplin dalam organisasi permainan.

Herdman bahkan secara khusus menyoroti ancaman dari sektor sayap lawan.

“Menurut saya, yang harus diwaspadai adalah pemain sayap mereka. Mereka sangat efektif dan sering membentuk pola segitiga di sisi lapangan. Jika mereka menemukan ritme, itu akan menimbulkan banyak masalah bagi kami,” ujar Herdman.

Ia juga menambahkan bahwa Bulgaria memiliki keunggulan dalam transisi cepat serta kekuatan fisik yang bisa merepotkan.

“Bulgaria berbeda. Mereka punya pemain yang lebih besar, lebih kuat secara fisik, dan sangat terorganisir. Transisi mereka juga cepat. Jadi kami harus memulai pertandingan dengan lebih kuat,” jelasnya.

Salah satu pemain yang kembali mendapat kepercayaan adalah Kevin Diks.

Bek yang juga memperkuat Borussia Monchengladbach itu dikenal fleksibel dan mampu bermain di berbagai posisi.

"Saya adalah pemain yang sangat dinamis dan saya hanya melakukan apa yang diharapkan pelatih," kata Kevin Diks.

"Entah itu di lini belakang, tengah, atau di sayap, tidak masalah, saya hanya berusaha memberikan yang terbaik untuk tim dan negara," lanjutnya.

Ia juga menilai Herdman sebagai pelatih yang sangat detail dalam pendekatan taktik.

"John sangat memperhatikan detail dan sangat kuat secara taktis, dia menuntut banyak dari kami, tetapi dia juga tahu apa yang diharapkan dari setiap pemain, dan itu sangat penting," jelasnya.

Dengan perubahan komposisi dan sorotan tajam dari publik, laga ini bukan hanya soal strategi, tetapi juga soal pembuktian.

Terutama bagi Sananta yang kini berada di bawah tekanan ekspektasi tinggi.

Di sisi lain, kemenangan sebelumnya atas Saint Kitts and Nevis national team dengan skor 4-0 menjadi modal penting.

Namun, Bulgaria datang dengan kepercayaan diri lebih tinggi usai menghancurkan Solomon Islands national football team 10-2.

Final ini pun menjadi panggung penentuan: apakah pilihan Herdman akan berbuah manis, atau justru memicu perdebatan lebih besar setelah pertandingan usai.

(tsy)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:52
05:26
04:52
09:49
01:22
08:38

Viral