- Instagram/team.bulgaria
VAR Buat Timnas Indonesia Kebobolan Lawan Bulgaria, Ini Penyebab Skuad Garuda Dapat Hukuman Penalti di Final FIFA Series 2026
Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Indonesia harus mengubur mimpi meraih gelar FIFA Series 2026 setelah kalah tipis dari Bulgaria. Kekalahan itu ditentukan lewat penalti kontroversial yang berawal dari keputusan VAR.
Dalam laga final yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (31/03/2026) malam, Indonesia takluk dengan skor 0-1. Gol semata wayang Bulgaria dicetak oleh Marin Petkov melalui titik putih pada menit ke-38.
Hasil ini terasa menyakitkan karena skuad Garuda tampil cukup dominan. Mereka berani menekan dan beberapa kali menciptakan peluang berbahaya sepanjang pertandingan.
Namun, solidnya pertahanan Bulgaria menjadi kendala utama. Skema low block yang diterapkan tim tamu membuat lini serang Indonesia kesulitan menembus pertahanan rapat.
Sejumlah peluang emas sebenarnya sempat tercipta. Sayangnya, keberuntungan belum berpihak kepada pasukan John Herdman.
Ole Romeny dan Rizky Ridho sama-sama nyaris mencetak gol. Namun, bola hasil tembakan mereka hanya membentur mistar gawang.
Momen krusial terjadi saat wasit mengambil keputusan penalti setelah melihat VAR. Keputusan tersebut langsung memicu perdebatan di atas lapangan.
Insiden bermula dari duel antara Kevin Diks dan Zdravko Dimitrov di dalam kotak penalti. Awalnya, wasit tidak menganggap kejadian itu sebagai pelanggaran.
- ANTARA FOTO/Fauzan/hma/bar
Pertandingan sempat dilanjutkan tanpa interupsi. Namun, tim VAR kemudian memberikan rekomendasi untuk melakukan peninjauan ulang.
Wasit Nazmi Nasaruddin pun menghentikan laga dan melihat tayangan di layar pinggir lapangan. Dari tayangan ulang, terlihat kaki Kevin Diks mengenai kaki Dimitrov.
Setelah meninjau ulang, keputusan pun berubah. Wasit akhirnya menunjuk titik putih untuk Bulgaria.
Marin Petkov yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangan kerasnya ke sisi kanan gawang tak mampu dijangkau Emil Audero.
Tertinggal satu gol, Indonesia langsung meningkatkan intensitas serangan. Permainan cepat dan agresif mulai diperlihatkan untuk mengejar ketertinggalan.
Masuknya Ivar Jenner dan Eliano Reijnders di babak kedua memberikan energi baru. Serangan Indonesia menjadi lebih variatif dan menekan.
Peluang terbaik kembali datang dari Ole Romeny. Ia melepaskan tendangan cungkil yang melewati kiper, namun bola lagi-lagi membentur mistar.
Elkan Baggott juga sempat mencetak gol lewat skema lemparan jauh. Namun, wasit lebih dulu meniup peluit karena dianggap terjadi pelanggaran.
Menjelang akhir pertandingan, Rizky Ridho mencoba peruntungan lewat tembakan jarak jauh. Bola sempat ditepis kiper, lalu kembali membentur mistar gawang.
Kondisi tersebut membuat frustrasi mulai terlihat di kubu Indonesia. Upaya demi upaya dilakukan, tetapi tak satu pun berbuah gol.
Di sisi lain, Bulgaria tampil disiplin menjaga keunggulan. Mereka bertahan dengan rapat hingga peluit panjang dibunyikan.
Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Timnas Indonesia. Meski begitu, performa tim tetap layak mendapat apresiasi.
Laga ini juga menjadi bahan evaluasi penting. Terutama dalam hal koordinasi lini belakang dan antisipasi situasi krusial seperti VAR di pertandingan besar.
(sub)