- instagram Dony Tri Pamungkas
Dari Jual Sayur ke Timnas Indonesia! Kisah Haru Dony Tri Pamungkas Bikin Verdonk Yakin: Layak ke Eropa
tvOnenews.com - Perjalanan Dony Tri Pamungkas menuju Timnas Indonesia bukanlah kisah instan penuh kemewahan.
Jauh sebelum namanya bersinar di stadion besar, Dony kecil justru menghabiskan waktunya di pasar tradisional di Boyolali, Jawa Tengah. Dari tempat sederhana itulah mimpi besar seorang anak desa mulai tumbuh.
Dony sendiri mengenang masa kecilnya dengan penuh kesederhanaan. "Setiap pagi buat jual sayur, ketika waktu sore sudah tutup kan, nah saya main bola sama abang saya di situ. Saya masih empat tahun waktu itu," ujarnya.
Dari pasar itulah ia belajar menendang bola, berlatih tanpa fasilitas mewah, hanya bermodalkan semangat dan kecintaan terhadap sepak bola.
Kini, perjalanan panjang itu terasa begitu berharga. Dari anak penjual sayur, Dony menjelma menjadi salah satu pemain penting Timnas Indonesia.
Bahkan penampilannya di FIFA Series 2026 sukses menarik perhatian banyak pihak, termasuk rekan setimnya sendiri, Calvin Verdonk, yang secara terang-terangan mendorongnya untuk melanjutkan karier ke Eropa.
Dari Pasar ke Panggung Sepak Bola Nasional
Kecintaan Dony terhadap sepak bola sudah muncul sejak usia dini. Lingkungan keluarga yang dekat dengan olahraga ini menjadi fondasi penting dalam perjalanan kariernya.
- Instagram - Dony Tri Pamungkas
Sang ayah pernah bermain di level tarkam, sementara kakaknya, Joko Sasongko, sempat merasakan atmosfer sepak bola profesional.
Bermain di area pasar menjadi “akademi” pertama bagi Dony. Ia berlatih setiap hari dengan cara sederhana, bahkan menjadikan kakaknya sebagai penjaga gawang agar ia bisa terus menendang bola. Dari kebiasaan kecil itu, kemampuan dan insting bermainnya terus terasah.
Keinginan untuk keluar dari zona nyaman membawanya bergabung dengan Sekolah Sepak Bola sejak kecil.
Perjalanan itu berlanjut hingga ia direkrut akademi Persija Jakarta, sebelum akhirnya mencatatkan debut profesional di usia 16 tahun sebuah pencapaian luar biasa bagi pemain muda.
Bersinar di Era John Herdman
Perkembangan Dony semakin pesat ketika ia mendapat kepercayaan tampil di Timnas Indonesia, khususnya di bawah arahan John Herdman.
Dalam ajang FIFA Series 2026, ia tampil konsisten dan bahkan dipercaya sebagai starter.
Pada laga melawan St Kitts & Nevis, Dony langsung menunjukkan kualitasnya dengan permainan agresif dari sisi kiri.
Ia juga bermain penuh dalam pertandingan tersebut, menandakan kepercayaan besar dari pelatih.
Penampilannya terus berlanjut saat menghadapi Bulgaria. Meski Indonesia harus kalah 0-1 dan finis sebagai runner-up, kontribusi Dony tetap mendapat apresiasi. Ia tampil solid sebagai bek sayap kiri, posisi yang juga ia jalani di level klub.
Dipuji Verdonk, Didorong ke Eropa
Salah satu sorotan terbesar datang dari Calvin Verdonk. Pemain berusia 28 tahun itu mengaku terkesan dengan kualitas dan mentalitas Dony sejak sesi latihan pertama.
"Sebelum pertandingan pertama saya memberinya nasehat tentang kepercayaan diri. Dan ketika dia beraksi, memberi umpan silang dan tendangan bagus, saya ingin terus bermain dengannya dan saya berharap bisa melihatnya satu hari nanti di Eropa," kata Verdonk.
Ia bahkan menegaskan kekagumannya secara langsung. "Saya suka pemuda ini, sumpah. Saya banyak berbicara dengannya dan melihatnya sejak latihan pertama. Dia benar-benar pemain hebat. Saya benar-benar suka dengan gayanya," ujarnya.
Meski harus berganti posisi demi kebutuhan tim, Verdonk tetap menunjukkan profesionalisme tinggi.
"Saya bermain di manapun pelatih menempatkan saya. Ini bukan masalah," ucapnya.
Saat ini, Dony masih terikat kontrak dengan Persija hingga Juni 2028 dan menjadi salah satu pilar penting di bawah asuhan Mauricio Souza.
Namun, dengan performa yang terus meningkat, peluang untuk berkarier di Eropa seperti harapan Verdonk bukanlah hal yang mustahil.
Kisah Dony Tri Pamungkas adalah gambaran nyata bahwa mimpi besar bisa lahir dari tempat sederhana.
Dari pasar kecil di Boyolali hingga panggung internasional bersama Timnas Indonesia, ia membuktikan bahwa kerja keras dan tekad mampu mengubah jalan hidup seseorang. Kini, langkah berikutnya mungkin adalah Eropa dan dunia sedang menunggu. (udn)