- Instagram/Dean James
Singgung Naturalisasi Indonesia, Pakar Hukum Olahraga Belanda Damprat Agen Pemain yang Cuma Peduli Uang Saat Kasus Paspor Dean James Mencuat
Jakarta, tvOnenews.com - Nama Dean James, bek naturalisasi andalan Timnas Indonesia, tak disangka menjadi titik awal dari sebuah skandal besar yang kini mengguncang fondasi sepak bola profesional Belanda hingga ke akar-akarnya. Kasus yang bermula dari protes keras NAC Breda atas kelayakan bermain pemain internasional Indonesia tersebut saat membela Go Ahead Eagles kini telah berkembang menjadi krisis multidimensi yang menyeret puluhan nama pemain sekaligus mempertanyakan standar profesionalisme liga.
Badai skandal paspor ini ternyata jauh lebih besar dari yang dibayangkan publik pada awalnya. Tercatat sedikitnya 25 nama pemain kini ditahan datanya oleh Dinas Imigrasi dan Naturalisasi Belanda (IND), sebuah angka yang mencerminkan betapa masifnya dampak dari persoalan kewarganegaraan yang selama ini luput dari perhatian klub maupun federasi.
Di tengah kekacauan yang terus meluas ini, Profesor hukum olahraga Marjan Olfers, pakar Hukum dan Olahraga dari Vrije Universiteit Amsterdam, menjadi salah satu figur yang paling banyak dihubungi oleh para pemain yang kebingungan menghadapi situasi ini. Ia mengungkapkan keprihatinannya sekaligus menyoroti kegagalan sistemik yang seharusnya tidak boleh terjadi di liga sekaliber Eredivisie.
"Saya sering menerima telepon dari para pemain yang khawatir dan benar-benar tidak tahu situasi sebenarnya," kata Olfers dikutip dari media Belanda, Voetbal Primeur, Jumat (3/4/2026).
"Para pemain menghubungi saya karena mereka belum diberi tahu tentang potensi konsekuensi yang mungkin akan mereka hadapi," lanjutnya.
Pernyataan tersebut menjadi tamparan keras bagi ekosistem sepak bola profesional Belanda yang selama ini diklaim memiliki manajemen kelas dunia. Olfers bahkan secara blak-blakan mempertanyakan bagaimana sebuah situasi seperti ini bisa terjadi tanpa ada satu pun pihak yang memberikan peringatan dini kepada para pemain yang terlibat.
"Lalu saya juga berpikir: bagaimana ini mungkin? Ini juga menunjukkan sesuatu tentang profesionalisme sepak bola," kata pengacara itu dengan tegas.
"Sebagai klub, Anda menjalin hubungan kerja dengan pemain. KNVB tidak memiliki hubungan itu. Sebagai klub, Anda menurunkan pemain, jadi Anda menanggung risikonya," sambungnya,
Selain menyoroti kelalaian klub, Profesor Olfers juga melemparkan kritik pedas ke arah para agen pemain yang dianggap gagal menjalankan fungsi perlindungan terhadap klien mereka. Dalam konteks kasus Dean James dan pemain diaspora Indonesia lainnya, peran agen menjadi krusial karena merekalah yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi hukum yang komprehensif.
"Jadi saya bertanya-tanya: di mana semua agen pemain itu? Mereka juga menerima jumlah yang besar. Apakah benar-benar tidak ada seorang pun yang sadar dan berkata: jika Anda menjadi warga negara Indonesia, saya akan menyelidiki secara menyeluruh apa saja yang termasuk di dalamnya? Saya percaya itulah fungsi seorang agen pemain," ucapnya.
Olfers menegaskan bahwa tugas seorang agen tidak boleh berhenti hanya pada urusan transfer dan negosiasi kontrak semata. Ia mendesak agar para agen lebih bertanggung jawab dan berpikir jauh ke depan demi kepentingan jangka panjang para pemain yang mereka wakili.
"Dia bisa mengantongi uangnya dari transfer, tetapi dia juga perlu mengatakan: jika Anda memperoleh kewarganegaraan asing dari luar Uni Eropa sekarang, itu berarti hal berikut bagi Anda dan dapat menimbulkan konsekuensi," lanjut Olfers.
"Saya percaya tugas agen pemain adalah untuk menjaga pemain muda. Itu juga merupakan bagian dari profesi mereka, alih-alih hanya memikirkan jangka pendek," pungkasnya. (fan)