- tvonenews.com - Ilham Giovani
Kurniawan Dwi Yulianto Terpukau Lihat Progres Timnas Indonesia U-17, Sebut Mental Garuda Kian Matang Jelang Piala AFF 2026
Jakarta, tvOnenews.com – Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, menyoroti perkembangan tim asuhannya menjelang bergulirnya Piala AFF U-17 2026. Ia menilai ada kemajuan signifikan yang mulai terlihat meski hasil uji coba belum sepenuhnya memuaskan.
Turnamen Piala AFF U-17 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung di Gresik dan Sidoarjo pada 11 hingga 23 April. Ajang ini menjadi panggung penting bagi Garuda Muda untuk mengukur kesiapan sebelum bersaing di level yang lebih tinggi.
Dalam beberapa laga uji coba internasional, Timnas Indonesia U-17 memang belum mampu meraih hasil maksimal. Namun, Kurniawan menegaskan bahwa hasil bukan satu-satunya indikator utama dalam tahap persiapan ini.
Menurutnya, peningkatan dari sisi permainan justru menjadi fokus utama tim pelatih. Ia melihat perubahan positif, terutama dalam aspek mental dan penguasaan bola para pemain.
"Peningkatan terlihat dari aspek mental bertanding dan penguasaan bola setelah menghadapi sejumlah tim kuat. Ada progres yang sangat memuaskan bagi penilaian kami, terutama dalam hal mental bertanding dan penguasaan bola," ujar Kurniawan, Kamis (9/4/2026).
Meski demikian, Kurniawan tidak menutup mata terhadap sejumlah kekurangan yang masih harus dibenahi. Ia menilai masih ada celah yang berpotensi merugikan tim jika tidak segera diperbaiki.
Salah satu sorotan utama adalah kesalahan individu yang kerap terjadi di lapangan. Kesalahan tersebut bahkan beberapa kali berujung pada kebobolan yang seharusnya bisa dihindari.
- Instagram @kurniawanqana
Kurniawan menegaskan bahwa kesalahan elementer semacam itu tidak boleh terus berulang. Apalagi jika para pemain ingin bersaing di level Asia yang memiliki kualitas lebih tinggi.
Ia menilai disiplin dan konsentrasi menjadi kunci utama untuk meminimalkan kesalahan individu. Hal ini terus ditekankan dalam setiap sesi latihan yang dijalani tim.
Selain lini belakang, efektivitas lini serang juga menjadi perhatian serius. Meski mampu menciptakan banyak peluang, penyelesaian akhir dinilai masih belum optimal.
Situasi ini terlihat saat menghadapi tim-tim seperti Korea Selatan, India, dan Thailand. Dalam pertandingan tersebut, peluang yang tercipta belum sepenuhnya mampu dikonversi menjadi gol.