- kitagaruda.id
Timnas Indonesia Bisa Kecipratan Tiket Piala Dunia 2026 dari Skenario Darurat FIFA Jika Iran Mundur, Begini Alasannya
Jakarta, tvOnenews.com – Peluang Timnas Indonesia untuk tampil di Piala Dunia 2026 kembali terbuka lewat skenario tak terduga. Situasi ini muncul setelah FIFA dikabarkan tengah menyiapkan rencana darurat menyusul ketidakpastian keikutsertaan Iran.
Kondisi tersebut tidak lepas dari situasi geopolitik yang tengah melanda Iran. Negara tersebut masih menghadapi ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel yang berdampak pada berbagai sektor, termasuk olahraga.
Ketidakpastian ini kemudian memunculkan keraguan terkait partisipasi tim nasional Iran di ajang sepak bola terbesar dunia tersebut. Tim yang dikenal dengan julukan Team Melli itu kini berada dalam sorotan publik internasional.
Sebelumnya, Presiden FIFA Gianni Infantino sempat memberikan jaminan bahwa Iran tetap akan berpartisipasi. Mereka bahkan sudah diproyeksikan berada di Grup G bersama Mesir, Belgia, dan Selandia Baru.
Namun, jaminan tersebut tampaknya belum cukup untuk menghilangkan keraguan. Situasi yang terus berkembang membuat kejelasan status Iran masih menjadi tanda tanya besar hingga saat ini.
Sampai berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari FIFA terkait kepastian keikutsertaan Iran. Meski begitu, sempat muncul kabar dari perwakilan federasi Team Melli bahwa mereka berpotensi mundur dari turnamen.
Kemungkinan Iran mundur dari Piala Dunia 2026 bukan tanpa alasan kuat. Salah satu pemicunya adalah keputusan FIFA yang menolak memindahkan pertandingan Iran ke luar wilayah Amerika Serikat.
- AFC
Jika situasi ini benar-benar terjadi, maka FIFA akan berada dalam posisi sulit. Apalagi keputusan tersebut harus diambil hanya beberapa minggu sebelum turnamen dimulai.
Di tengah ketidakpastian itu, FIFA disebut mulai menyiapkan skenario darurat. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kekosongan slot peserta jika Iran benar-benar mundur.
Menurut laporan dari RMC Sport yang mengutip The Athletic, diskusi internal FIFA tengah berlangsung. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah menggelar babak play-off kontinental luar biasa.
Babak play-off ini rencananya akan melibatkan empat tim dari dua benua berbeda. Dua tim berasal dari Asia dan dua lainnya dari Eropa yang sebelumnya gagal lolos ke putaran final.
Skema tersebut tentu membuka peluang bagi sejumlah negara, termasuk Timnas Indonesia. Skuad Garuda yang masih menyimpan asa tampil di Piala Dunia bisa saja mendapat kesempatan emas.
Harapan itu muncul meski perjalanan skuad Garuda di putaran keempat kualifikasi tidak berjalan mulus. Dua hasil kurang memuaskan saat menghadapi Irak dan Arab Saudi menjadi catatan tersendiri.
Meski demikian, peluang Indonesia untuk masuk ke skenario play-off darurat tidak sepenuhnya mulus. Mereka masih harus bersaing dengan tim-tim lain di kawasan Asia.
- Instagram/@qfa
Oman dan Uni Emirat Arab menjadi pesaing utama dalam perebutan slot tersebut. Penilaian didasarkan pada performa dan statistik masing-masing tim di fase sebelumnya.
Uni Emirat Arab yang finis di posisi kedua putaran keempat sempat melanjutkan perjuangan ke babak lanjutan. Mereka harus menghadapi Irak untuk memperebutkan tiket ke play-off antarkonfederasi.
Namun, langkah UEA terhenti setelah kalah agregat 3-2 dari Irak. Kekalahan itu membuat mereka gagal melangkah lebih jauh dalam perburuan tiket ke Piala Dunia.
Sementara itu, Oman mencatatkan hasil yang kurang maksimal di putaran keempat. Mereka hanya mampu meraih satu hasil imbang dan satu kekalahan dari dua pertandingan.
Dengan raihan tersebut, Oman harus puas finis di posisi juru kunci dengan satu poin. Hasil ini membuat posisi mereka cukup rentan dalam persaingan menuju skenario play-off darurat.
Jika melihat statistik secara keseluruhan, persaingan peluang tampaknya mengerucut. Timnas Indonesia dan Oman menjadi dua kandidat terkuat untuk memperebutkan kesempatan tersebut.
Meski kalah dalam jumlah poin, Indonesia memiliki keunggulan dari segi produktivitas gol. Skuad Garuda mampu mencetak dua gol di putaran keempat, unggul atas Oman yang hanya mencetak satu gol.
Keunggulan ini bisa menjadi faktor penting jika FIFA benar-benar menerapkan skenario play-off darurat. Dengan demikian, peluang Indonesia untuk tampil di Piala Dunia 2026 masih terbuka, meski harus menunggu kepastian lebih lanjut.
(igp)