- Kolase tvOnenews.com
Media Belanda Desak PSSI Segera Naturalisasi Penyerang Keturunan Ini sebelum FIFA Matchday Juni, Disebut Solusi Krisis Striker Timnas Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Media Belanda mendesak PSSI untuk segera menaturalisasi striker keturunan yang sedang bersinar di Liga Belanda. Menurut mereka, hal ini bisa menjadi jalan bagi masalah kronis yang selama ini menghantui skuad Garuda.
Masalah kronis yang menghantui lini depan Timnas Indonesia kini semakin sulit untuk disembunyikan. Kegagalan Skuad Garuda menembus tiket Piala Dunia 2026 diyakini banyak pihak bukan sekadar soal taktik, melainkan berakar dari krisis mendalam pada posisi striker yang sudah berlangsung sejak era kepelatihan Patrick Kluivert yang berakhir dengan pemecatan.
Kondisi ini rupanya tidak luput dari pengamatan media asal Belanda, Haaglanden Voetbal. PSSI disebut harus segera mengambil langkah konkret dengan mempercepat proses naturalisasi sejumlah penyerang berbakat demi menambal lubang besar di lini serang Tim Garuda sesegera mungkin.
Salah satu nama yang paling kencang dibicarakan adalah Dean Zandbergen, striker kelahiran Zoetermeer, Belanda, yang saat ini tengah bersinar bersama VVV Venlo di kompetisi Eerste Divisie atau Keuken Kampioen Divisie (KKD). Koneksi Zandbergen dengan Indonesia terbilang kuat karena ia mewarisi darah Nusantara dari kakek kandungnya dari pihak sang ibu, menjadikannya layak secara regulasi untuk memperkuat Merah Putih.
- Facebook - VVV Venlo
Waktu menjadi faktor krusial yang tidak bisa diabaikan dalam proses ini. PSSI didesak untuk segera menuntaskan seluruh urusan administrasi kewarganegaraan Zandbergen mengingat Timnas Indonesia sudah memiliki jadwal padat di FIFA Matchday Juni 2026, ditambah agenda besar di Piala Asia AFC pada September dan Oktober mendatang di bawah arahan pelatih kepala baru asal Inggris, John Herdman.
"Asosiasi sepak bola harus segera memproses naturalisasi Zandbergen, karena pertandingan internasional dijadwalkan pada bulan Juni, dan pada bulan September dan Oktober, tim nasional di bawah pelatih baru asal Inggris, John Herdman, akan aktif selama Piala Asia FIFA," tulis Haaglanden Voetbal dikutip pada Selasa (14/4/2026).
Persoalan di lini depan Timnas Indonesia memang jauh lebih kompleks dari sekadar minimnya jumlah striker. Permasalahan ini juga menyangkut kebutuhan akan penyerang yang mampu berkolaborasi secara harmonis dengan Ole Romeny, striker naturalisasi asal Belanda yang kini berseragam Oxford United di Inggris.
Namun situasi menjadi semakin rumit lantaran Romeny sendiri mengakui bahwa ia merasa lebih efektif dan nyaman bermain di posisi second striker atau di belakang penyerang utama. Hal ini otomatis mendorong PSSI untuk bergerak lebih agresif mencari sosok penyerang murni yang benar-benar bisa diandalkan untuk mencetak gol demi gol bagi Timnas Indonesia.
- X/TimnasIndonesia
"Pencarian striker yang mumpuni seharusnya mengarah pada pencarian penyerang tengah yang dapat bekerja sama dengan baik dengan penyerang nomor sembilan saat ini, Ole Romeny, yang juga berasal dari Belanda dan bermain untuk Oxford United," lanjut Haaglanden Voetbal.
Di sinilah nama Dean Zandbergen kian mencuri perhatian publik sepak bola Indonesia dan manajemen PSSI. Torehan golnya yang konsisten dalam enam bulan terakhir bersama VVV Venlo telah membuat para pemangku kepentingan di federasi sepak bola Indonesia menaruh perhatian ekstra pada striker yang dijuluki "Bintang Muda Sepak Bola Belanda" oleh para suporter Tanah Air.
Meski demikian, jalan Zandbergen menuju seragam Merah Putih tidaklah mulus begitu saja. Ia harus bersaing ketat dengan Luke Vickery, penyerang asal Australia yang saat ini membela MacArthur FC di level tertinggi kompetisi domestik Negeri Kanguru, yang juga masuk dalam radar PSSI sebagai solusi potensial atas krisis nomor sembilan yang mendera Timnas Indonesia.
Persaingan antara Zandbergen dan Vickery untuk memperebutkan tempat di skuad Garuda dipastikan akan semakin sengit dalam beberapa bulan ke depan. Keduanya sama-sama menawarkan profil yang dibutuhkan Herdman, namun keputusan akhir tetap ada di tangan federasi dan sang pelatih yang baru mulai membangun fondasi tim nasional impiannya.
Satu hal yang pasti, PSSI tidak punya banyak waktu untuk berlama-lama dalam mengambil keputusan. Setiap hari yang berlalu tanpa kejelasan status naturalisasi para striker incaran ini adalah kemewahan yang tidak bisa lagi Timnas Indonesia tanggung menjelang serangkaian laga penting yang sudah menanti di kalender sepak bola internasional 2026. (fan)