Bisa Cetak Gol ke-100 di Usia 40 Tahun, Sang 'Mutiara Hitam' Timnas Indonesia Ini Juga Nikmati Hidup Jadi PNS
- Instagram/boazsolossa
Melihat ketajamannya yang abadi, publik teringat kembali pada momen krusial beberapa tahun silam.
Saat itu, klub Liga Belanda, VVV-Venlo, sempat menyodorkan "tiket emas" untuk membawa Boaz berkarier di Eropa.
Namun, kecintaan Bochi pada tanah kelahiran mengalahkan ambisi pribadi untuk mencicipi atmosfer Benua Biru.
Boaz memilih setia. Ia menolak tawaran tersebut dan memilih membangun dinasti di Persipura, yang akhirnya membuahkan empat mahkota juara liga.
Kesetiaan itulah yang membuat namanya tak sekadar menjadi statistik dalam buku sejarah, melainkan simbol kehormatan.
Kini, setiap kali Boaz mencetak gol, ia tidak hanya merayakan poin untuk timnya, tetapi juga merayakan daya tahan seorang legenda yang memilih untuk tetap membumi di tengah gemerlapnya dunia sepak bola.
Dari lapangan hijau ke ruang kantor, Boaz Solossa adalah bukti nyata bahwa pengabdian tidak mengenal batas ruang dan waktu. (ism)