- Instagram/jayidzes
Jay Idzes hingga Ole Romeny Diizinkan FIFA Main, Timnas Indonesia 'Ketiban Durian Runtuh' di FIFA ASEAN Cup 2026
tvOnenews.com - Lupakan kutukan spesialis runner-up. Tahun 2026 bisa menjadi momentum "pecah telur" bagi Timnas Indonesia.
Setelah mengarungi ketatnya Piala AFF pada Juli mendatang, Skuad Garuda telah dinanti oleh turnamen yang jauh lebih bergengsi dan menguntungkan, yakni FIFA ASEAN Cup 2026.
Media Vietnam, Soha.vn, baru-baru ini membocorkan format turnamen yang dijadwalkan pada September-Oktober 2026 ini.
Timnas Indonesia pun bak "ketiban durian runtuh" dengan sederet privilese yang membuat jalan menuju juara terasa seperti jalan tol.
1. Sayonara "grup neraka"
- ANTARA FOTO/Asprilla Dwi
Lonjakan drastis dalam ranking FIFA membawa berkah nyata. Indonesia kini resmi menghuni pot 1, bersanding dengan raksasa seperti Thailand, Vietnam, dan Filipina.
Keuntungan strategis ini memastikan Jay Idzes dan kolega tidak perlu saling "bunuh" dengan musuh bebuyutan di fase awal.
Strategi ini menjadi ruang napas krusial bagi anak asuh John Herdman untuk menyimpan amunisi sebelum meledak di partai puncak.
2. Cuma butuh tiga langkah menuju juara
- kitagaruda.id
Berbeda dengan turnamen konvensional yang menguras fisik lewat fase grup yang panjang, FIFA ASEAN Cup 2026 mengadopsi sistem gugur yang sangat efisien. Sebagai tim unggulan, Indonesia mendapatkan hak istimewa langsung lolos ke babak perempat final.
Secara matematis, ini adalah keuntungan luar biasa. Indonesia hanya butuh memenangkan tiga pertandingan saja, yakni perempat final, semifinal, dan final untuk mengangkat trofi. Efisiensi ini menjadi kunci utama bagi kebugaran pemain di tengah padatnya jadwal internasional.
3. Kekuatan penuh "pasukan Eropa" di kalender FIFA
- Instagram/jayidzes
Inilah "kartu as" yang akan membuat nyali lawan menciut. Karena turnamen ini digelar tepat pada jendela FIFA Matchday, tidak ada lagi drama penolakan izin dari klub-klub Eropa. Klub-klub luar negeri wajib melepas pemain mereka ke tim nasional.
Bayangkan tembok kokoh Jay Idzes, ketenangan Maarten Paes, hingga insting gol Ole Romeny tampil tanpa hambatan birokrasi klub.