- Instagram/jayidzes
Apa Beda Piala AFF dan FIFA ASEAN Cup yang Sama-sama Diikuti Timnas Indonesia Tahun 2026 Ini?
tvOnenews.com - Tahun 2026 dipastikan bakal menjadi "pesta pora" bagi para pencinta sepak bola di Tanah Air.
Bagaimana tidak, dalam satu kalender yang sama, Skuad Garuda akan bertarung di dua panggung besar Asia Tenggara sekaligus, yakni Piala AFF 2026 dan FIFA ASEAN Cup 2026.
Meski sekilas terdengar serupa, kedua ajang ini memiliki "kasta" dan aturan main yang sangat kontras.
Supaya tidak salah kaprah, mari bedah perbedaan fundamental yang membuat tahun 2026 menjadi sangat krusial bagi perjalanan Timnas Indonesia.
1. Restu FIFA vs tradisi regional
- Antara
Perbedaan paling mencolok terletak pada siapa yang memegang tongkat kendali. Piala AFF adalah turnamen legendaris yang sudah menjadi simbol supremasi Asia Tenggara sejak 1996 di bawah naungan Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF).
Di sisi lain, FIFA ASEAN Cup adalah "anak emas" baru yang lahir langsung dari visi Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Turnamen ini merupakan upaya nyata FIFA untuk mengerek level kompetisi di kawasan ini agar memiliki pengakuan langsung dari otoritas sepak bola tertinggi dunia.
2. Jadwal padat dalam "satu semester"
- kitagaruda.id
Penggemar sepak bola tidak perlu menunggu lama untuk menonton aksi Skuad Garuda. Piala AFF 2026 akan menjadi hidangan pembuka yang digelar pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026.
Hanya berselang kurang dari sebulan, FIFA ASEAN Cup 2026 akan menyusul sebagai hidangan utama pada 21 September hingga 6 Oktober 2026.
Penempatan jadwal FIFA ASEAN Cup ini dilakukan secara sengaja agar bertepatan dengan jendela FIFA Matchday, sehingga status pertandingannya diakui secara internasional.
3. Drama izin pemain dan amunisi Eropa
- Tangkapan Layar Instagram
Masalah klasik yang sering menghantui Timnas adalah sulitnya memanggil pemain yang merumput di luar negeri (abroad).
Di ajang Piala AFF, pelatih John Herdman kemungkinan harus memutar otak karena klub-klub Eropa tidak wajib melepas pemainnya.
Namun, situasinya berbalik 180 derajat di FIFA ASEAN Cup. Karena berstatus Mandatory Release (pelepasan wajib) di bawah kalender resmi FIFA, bintang-bintang, seperti Jay Idzes hingga Kevin Diks wajib dilepas oleh klub mereka.
Hasilnya, Timnas Indonesia bisa tampil dengan kekuatan tempur penuh (full team) untuk berburu poin peringkat FIFA yang sangat menggiurkan.
4. Sistem "maraton" vs "jalan tol"
- kitagaruda.id
Format pertandingan juga menjadi pembeda yang cukup signifikan. Piala AFF masih setia dengan format "maraton" yang melelahkan, mulai dari fase grup dengan sistem home-away hingga laga semifinal dan final yang juga menggunakan dua leg.
Sebaliknya, FIFA ASEAN Cup menawarkan sistem yang lebih ringkas dan efisien. Mengadopsi sistem gugur (knockout), tim-tim unggulan seperti Indonesia dikabarkan akan mendapatkan "jalur cepat" langsung ke babak perempat final.
Artinya, Skuad Garuda hanya butuh memenangkan tiga pertandingan saja untuk bisa berpesta dan mengangkat trofi juara.
Tahun 2026 akan menjadi ujian sesungguhnya bagi tangan dingin John Herdman. Apakah Indonesia sanggup menjaga gengsi historis di Piala AFF sekaligus membuktikan taji di panggung prestisius FIFA ASEAN Cup? Mari kita tunggu pembuktiannya. (ism)