- Instagram @ileague.id/@dewaunited
2 Playmaker Asing Super League Ini Ternyata Bisa Dinaturalisasi Timnas Indonesia Tanpa Syarat Garis Keturunan
tvOnenews.com - Timnas Indonesia bisa memgajukan proses naturalisasi terhadap 2 playmaker asing Super League yang justru tak punya garis keturunan nusantara.
Sebelumnya, PSSI dan Timnas Indonesia lebih sering mengajukan proses naturalisasi terhadap pemain dengan garis keturunan tanah air yang tersebar di Eropa.
Meski Ketum PSSI Erick Thohir mengisyaratkan Timnas Indonesia belum akan menaturalisasi pemain dalam waktu dekat, namun opsi itu kapan saja bisa diaktifkan.
Apalagi, beberapa nama striker dengan kemampuan luar biasa disinyalir telah masuk radar John Herdman yang berniat untuk siapkan skuad jelang agenda bulan Juni.
Selain itu, nama-nama baru juga ikut meramaikan. Bahkan ada yang menyebut kalau pemain tersebut statusnya merupakan bomber asing di Super League.
Yang lebih mengejutkan lagi, para pemain ini tidak punya garis keturunan Indonesia. Kenapa bisa? Karena mereka telah memenuhi syarat dalam pasal 19 UU No 12 Tahun 2006.
“...apabila yang bersangkutan sudah bertempat tinggal di wilayah negara Republik Indonesia paling singkat 5 (lima) tahun berturut-turut atau paling singkat 10 (sepuluh) tahun tidak berturut-turut,” bunyi pasal 19 UU No 12 Tahun 2006.
Dalam peraturan tersebut, para pemain ini telah memenuhi syarat lantaran tinggal lebih dari lima tahun berturut-turut di Indonesia. Kejadian seperti itu bukan yang pertama.
Pun halnya dalam Statuta FIFA pasal 7 yang menyebut pemain dengan masa tinggal lebih dari lima tahun setelah usia 18 tahun di suatu negara, berhak mengajukan pindah federasi.
Situasi seperti ini pernah dilakukan Timnas Indonesia ketika menaturalisasi Cristian Gonzales. Striker asal Uruguay itu telah stay di sini sejak 2003 tanpa pindah ke negara lain.
Lantas, siapa saja playmaker asing Super League yang bisa dinaturalisasi tanpa punya garis keturunan Indonesia?
1. Jaja (Brasil/Dewa United)
- Instagram @dewaunitedfc
Berkarier di sepak bola Indonesia sejak Maret 2021 ketika gabung Madura United, berarti sudah lima tahun berturut-turut Jaja menghabiskan kariernya di tanah air.
Hal itu membuat Jaja telah memenuhi pasal 19 UU No 12 Tahun 2006 setelah Statuta FIFA pasal 7 yang mengatur tentang perpindahan federasi dari seorang pemain.
Jadi, meski Jaja sama sekali tidak punya garis keturunan Indonesia, namun kalau merujuk aturan tersebut, ia justru bisa dinaturalisasi untuk skuad Merah-putih.
Datang dari klub Swedia Kalmar FF ke Madura United pada bulan Maret 2021, rekan setim Gabriel Jesus di Brasil U-20 tersebut sukses kumpulkan 25 gol dan 14 asisst dari 103 laga.
Setelah pindah ke Dewa United, penampilan Jaja tetap konsisten. Sejak 2024, dia telah catatkan 2 gol dan 4 assist dari 49 kali pertandingan dalam dua musim.
Pada musim ini, Jaja sudah bermain sebanyak 22 pertandingan, baik di Super League maupun AFC Challenge League bersama Dewa United dengan 2 gol dan 2 assist.
2. Taisei Marukawa (Jepang/Dewa United)
- Dewa United Official
Sama seperti Jaja, Taisei Marukawa juga bisa dinaturalisasi Timnas Indonesia tanpa garis keturunan lantaran telah bermain di kompetisi lokal sejak Mei 2021.
Playmaker asal Jepang ini didatangkan Persebaya Surabaya dari klub asal Latvia Noah Jurmala. Di musim pertamanya, ia bikin 17 gol dan 10 assist dari 32 laga.
Semusim di Persebaya Surabaya, Taisei Marukawa hengkang ke PSIS Semarang. Di sini, dia hanya kumpulkan 12 gol dan 20 assist dari 70 kali pertandingan.
Saat bursa transfer 2024 dibuka, Taisei Marukawa gabung ke Dewa United. Dua tahun di sini, ia sudah torehkan 6 gol dan 11 assist dari 59 penampilan.
Jika melihat status yang ada, maka Taisei Marukawa harus menunggu sampai bulan Mei 2026 andaikan dirinya benar-benar ingin dinaturalisasi Timnas Indonesia.
Meski belum ada konfirmasi lebih lanjut, namun istri Taisei Marukawa yakni Miu Marukawa telah belajar bahasa Indonesia untuk menetap jangka panjang.
(han)