- Timnas Indonesia/kita garuda id
Metode Baru John Herdman di Timnas Indonesia Jelang FIFA Matchday, Lebih Efektif dari Era Shin Tae-yong?
tvOnenews.com - Dinamika baru mulai terasa di tubuh Timnas Indonesia. Menjelang agenda penting FIFA Matchday pada Juni 2026, pelatih anyar John Herdman langsung menerapkan pendekatan yang berbeda: seleksi pemain dalam waktu singkat namun intens.
Metode ini sontak memancing perhatian, terutama karena berbeda dari pola yang selama ini diterapkan pelatih sebelumnya.
Dalam sepak bola modern, kecepatan dan ketepatan dalam mengambil keputusan menjadi kunci. Herdman tampaknya memahami hal itu.
Alih-alih menggelar pemusatan latihan panjang, ia memilih sistem seleksi kilat selama lima hari.
Pertanyaannya, apakah metode ini lebih efektif dibanding pendekatan era Shin Tae-yong atau bahkan gaya pencarian pemain berbasis jaringan seperti yang pernah dilakukan Patrick Kluivert?
Seleksi Kilat Herdman: Efisiensi atau Taruhan Besar?
Metodologi baru yang diterapkan John Herdman cukup sederhana namun berisiko tinggi. Ia memanggil 23 pemain untuk mengikuti training camp (TC) di Jakarta pada 26–30 Mei 2026.
Dalam waktu hanya lima hari, Herdman akan menilai kemampuan teknis, fisik, hingga kecocokan taktik para pemain.
Menariknya, dari 23 nama tersebut, mayoritas berasal dari kompetisi domestik. Hanya satu pemain abroad yang dipanggil, yakni Marselino Ferdinan.
Ini menandakan fokus Herdman pada potensi lokal yang selama ini mungkin belum tergali maksimal.
“Sebagai kepala pelatih dan staf pelatih, kami telah menyaksikan banyak pertandingan musim ini dan mendapatkan gambaran mengenai potensi pemain domestik,” ujar Herdman, dikutip dari laman resmi PSSI.
Dengan waktu yang terbatas, setiap sesi latihan dan pertandingan internal menjadi krusial. Tidak ada ruang bagi pemain untuk tampil setengah hati. Mereka yang mampu beradaptasi cepat berpeluang besar mengamankan tempat di skuad utama.
- Instagram Shin Tae-yong777
Dibanding Era Shin Tae-yong dan Pendekatan Kluivert
Metode seleksi singkat ini jelas berbeda dengan pendekatan Shin Tae-yong. Selama menangani Timnas Indonesia, Shin dikenal mengandalkan TC jangka panjang, bahkan hingga berbulan-bulan, untuk membangun chemistry dan fisik pemain.
Di sisi lain, pendekatan ala Patrick Kluivert lebih menitikberatkan pada pencarian talenta diaspora dan jaringan internasional. Fokusnya bukan pada durasi seleksi, melainkan kualitas individu berbasis pengalaman Eropa.